TPA Troketon Berteknologi Jerman. Aman Dan Tidak Bau.

Tumpukan sampah disudut kota Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM - Kekawatiran warga tentang dampak dari pembangunan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) di  desa Troketon, Pedan, Klaten  dinilai kurang tepat, pasalnya tempat pengolahan sampah yang rencananya berada di desa troketon  menggunakan teknologi pengolahan limbah dari Jerman. Teknologi tercanggih dalam hal pengolahan sampah ini baru digunakan beberapa negara termasuk Indonesia.

Pengolahan serta penanganan sampah dengan teknologi ini berbeda jauh dengan penanganan secara manual atau lebih dikenal dengan istilah open dumping. Sehingga warga tidak perlu khawatir dengan adanya pembangunan TPA Troketon, karena TPA di Troketon berbeda jauh dengan TPA yang ada saat ini. Selain tidak menimbulkan bau, tidak akan terjadi penumpukan sampah seperti yang terjadi di TPA Jomboran Klaten Tengah.

“ Pengelolaan Sampah akan menggunakan  mesin dari Jerman, sehingga sampah yang di olah TPA Troketon tidak akan menimbulkan bau dan lalat” demikian ditegaskan Kabid Kebersihan dan pertamanan Dinas PU Klaten  Shodiq  saat memebei penjelasan kepada warga dan anggota DPRD Klaten (3/3).

Meneurut Sodiq dengan menggunakan mesin canggih, hasil akhir dari pengolahan sampah akan menjadi briket pupuk organik yang nantinya bermanfaat bagi lingkungan, khususnya daerah Troketon. Karena selain tidak menghasilkan bau dan lalat, keberadaan TPA Troketon justru akan mampu menyerap tenaga kerja warga sekitar,
Kabid kebersihan dan pertamanan PU Klaten Shodiq
Dalam audiensi yang di gelar di ruang komisi 3 DPRD Kab. Klaten Shodiq juga menerangkan  secara detail tentang proses pengolahan sampah yang akan masuk ke TPA Troketon, mulai dari pemilahan hingga proses akhir  sampah menjadi pupuk. Hal itu disampaikan Kepada perwakilan warga 3 desa yang menolak adanya pembangunan TPA Troketon.

Selain TPA Troketon saat ini di Klaten ada 2 tempat pembuangan sampah lainnya yakni, TPA Joho Prambanan dan TPA Gemampir dikecamatan Karangnongko dengan 17 armada pengangkut. Sehingga produksi sampah di Klaten tidak terfokus dalam satu titik pembuangan.

Sementara dari beberapa keterangan dilapangan terungkap ada indikasi penolakan TPA Troketon tidak murni kemauan warga. Ada dugaan sudah ada pihak ketiga yang menumpangi warga untuk kepentingan pribadi. Ada dugaan para mafia tanah mencoba akan mencari keuntungan priabadi. (tim)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...