Sigit Gatot Kabag Pembangunan Yang Biasa "Tantang" Oknum LSM Nakal.

Sigit Gatot Budiyanto Kabag Pembangunan Klaten
MATTANEWS.COM – Kalem, sederhana, bersahabat namun tegas. Itulah kesan pertama yang akan kita dapatkan jika  bertemu dengan tokoh yang satu ini. Itulah Sigit Gatot Budiyanto Kabag Pembangunan Pemkab Klaten salah satu pejabat Pemkab Klaten yang paling mudah kita temui disela-sela tugasnya.

Menjabat sebagai Kabag Pembangunan memang bukan pekerjaan ringan, apalagi sekaligus sebagai pejabat pengendali dan pengawasan pembangunan di Klaten. Maka tak heran jika rutinitas kesibukannya luar biasa. Berangkat pagi duduk dimeja kantor pukul 07.00 dan pulang larut malam, adalah sebuah jam kerja baku yang telah dilakoni bertahun-tahun. Namun semua dilakukan dengan senang dan enjoy demi selesainya tugas dan tanggung jawab pekerjaan.

Bagian pembangunan memang selalu di identikan dengan proyek dan “lahan basah” oleh semua orang. Hal tersebutpun diakui bapak 3 anak ini,walau semua angapan itu tidak selamanya benar. Apalagi saat ini, dimana era pemerintahan dan jamannya sudah berbeda. Sehingga tidak ada istilah “lahan basah atau kering”.

“Dulu orang beranggapan, bagian pembangunan adalah lahan basah yang bisa dijadikan “sapi perah” karena disitulah bertumpuknya proyek berikut pengaturannya. Namun sekarang anggapan tersebut tidak berlaku dan tidak benar. Jaman dan Regulasi telah membawa pemerintahan ini ke era transparasi, maka tak ada lagi istilah basah kering”, ujarnya saat menerima MATTANEWS dikediamannya Troso Karanganom Klaten.
Peringatan bagi tamu sebelum masuk ruang Pembangunan
Walau demikian menurut Sigit, hingga saat ini masih banyak orang melihat dan mengira bagian pembangunan adalah “ladang subur” bagi beberapa kalangan. Maka tak heran sampai saat ini kantornya jadi langganan para “tamu”. Entah itu wartawan, LSM. Ormas atau perseorangan.

Sebatas msalah pekerjaan semua dilayani dengan baik. Bahakan sekeil apapun data yang diminta akan diberikan. Namun jika sudah menyinggung masalah uang, dirinya tak segan-segan adu argumentasi dengan sang “tamu”. Bahkan menurutnya, dirinya pernah menantang seorang yang mengaku oknum LSM yang datang  “minta Uang” dengan nada mengancam.

“Banyak tamu yang mengaku LSM, Organisasi atau Wartawan. Semula mereka konfirmasi, tapi ujung-ujungnya minta uang dengan nada memaksa. Kalau sudah seperti ini, siapapun orangnya pasti saya ladeni. Bahkan kalau perlu saya tantang duel satu lawan satu”, ujarnya.

Menurut Sigit dirinya bukan sosok pejabat yang bersih dan tak mau neko-neko. Namun aturan regulasi serta sistim transaparasi di era pemerintahan sekarang menuntut semua pejabat harus terbuka dan berani menjadi pelopor gerakan gratifikasi. Jaman sudah berubah, Maka jika mental pejabat tidak mau berubah dan mengikuti perubahan pasti akan tergilas jaman.

Sigit Gatot bukan sosok pahlawan atau pejabat yang sok bersih di jajaran pemda Klaten. Namun kepribadian beliau yang tegas dan selalu bekerja sesuai aturan, membuat dirinya selalu berani dan tegas dalam menyelesaikan pekerjaanya. Maka tak heran sejak dirinya menjabat sebagai kepala Pembangunan, berkali-kali bangunan yang sudah jadi dibongkar, karena pengerjaanya menyalahi bestek. Terakhir pembuatan trotoar di sepanjang jalan Ir Sukarno Buntalan Klaten Tengah. (tev)
  
Share on Google Plus

Salam mattanes

3 komentar:

  1. pak sigit kabag pembangunan,ibarat tokoh wayang raden Setyaki, lugas dan tegas demi pembangunan klaten bisa berjalan dg baik.

    ReplyDelete
  2. pak sigit kabag pembangunan,ibarat tokoh wayang raden Setyaki, lugas dan tegas demi pembangunan klaten bisa berjalan dg baik.

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...