Sering Dikritik. Semar Cs Bangjo Pandanrejo Masuk Bengkel.

Lokasi patung Punokawan tampak kosong
KLATEN MATTANEWS.COM - Patung Punokawan di perempatan Pandanrejo, Klaten ditata ulang, selain warna cat pada patung sudah mulai kusam, tata letak patung tersebut sering kali mendapat keritik dari masyarakat. Keberadaan patung 2 dimensi gambaran sosok Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong tokoh penghibur dan juga simbol rakyat dalam lakon pewayangan sebenarnya sudah memenuhi estetika keindahan, karena penataannya pun menggunakan jasa konsultan, namun posis yang saling membelakangi acap kali mendapat kritik dari masyarakat.

Saat ini patung Punokawan sedang masuk bengkel untuk di cat ulang. Menurut Kabid Kebersuhan dan pertamanan DPU ESDM Klaten, M. Anwar Shodiq, Selain menecat ulang posisi ke empat patung akan di tata ulang. Yang dulunya menghadap ke penjuru mata angin akan di rubah.
Patung Punokawan sebelum dipugar
"Saat ini patung masuk bengkel untuk dicat ulang dan rencananya pemasangan patung tidak lagi menghadap ke 4 jalan seperti kemarin, penataannya akan di urutkan mulai dari tokoh Semar hingga banggong dan searah menghadap ke utara" imbuh Shodiq.

Untuk pengecatan serta perbaikan patung tersebut menurut M Anwar Sodiq memerlukan waktu kurang lebih dua minggu. Sedangkan warna yang semula kuning emas akan di rubah seperti warna pada wayang sungging, pungkasnya.

Terkait, Kasi Pertamanan DPU ESDM Klaten, Jarot Wahyudi, mengatakan saat ini patung punakawan telah memasuki tahap pemeliharaan. Untuk pembiayaan pengecatan dan penataan ulang posisi patung diambilkan dari anggaran perawatan. Menurut perhitungannya biaya perbaikan patung Punokawan tersebut akan menghabiskan biaya kurang lebih 5 juta.(lal)

Share on Google Plus

Salam mattanes

2 komentar:

  1. Punokawan merupakan tokoh wayang yg menjadi simbol sang pamomong dan mempunyai nilai filosofi yg sangat dalam. Bila menggunakannya maka perlu kecermatan dan kepekaan agar selaras dg filosofi yg terkandung.

    ReplyDelete
  2. Punokawan merupakan tokoh wayang yg menjadi simbol sang pamomong dan mempunyai nilai filosofi yg sangat dalam. Bila menggunakannya maka perlu kecermatan dan kepekaan agar selaras dg filosofi yg terkandung.

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...