Polisi Sehat, Justru Meninggal Di Ujung Pisau Bedah RS Cakra Husada Klaten.

Rumah Sakit Cakra Husada Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM – Hati hati jika aanda ingin melakukan operasi atau berobat. Minimal anda harus cek kesehatan dan pastikan rumah sakit yang akan mengoprasi penyakit anda benar-benar memiliki tenaga medis yang handal dan profesional. Karena jika tidak bisa-bisa nyawa anda yang melayang.

Jajaran Polres Klaten dikejutkan dengan meninggalnya Kanit III Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Aiptu Gunawan Wibisono (44). Warga  Perum Citra Indah, Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan itu meninggal setelah menjalani operasi ringan pengambilan amandel.

“Saat itu ponakan saya dalam keadaan sehat dan hanya merasakan nyeri diamandelnya. Saat pergi ke rumah sakit mau operasi itu masih bisa menyetir mobil,” ungkap salah seorang paman Aiptu Gunawan, Sumanto, Minggu (28/2) sore usai pemberangkatan jenazah dari Perum Citra Indah, Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan menuju makam Merbung.

Menurut Sumanto, keponakannya sejak lama memiliki amandel tetapi tidak menganggu. Dua pekan terakhir, dirasa menganggu dan diperiksakan ke RS Cakra Husada. Pada hari Sabtu siang (27/2), menjalani operasi. Pukul 17.00, operasi selesai tetapi  tidak sadar dan dibawa ke ICU dan sesampainya di sana dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga kaget sebab sebelumnya almarhum sehat dan tidak ada gejala penyakit lain. Bahkan tekanan darah dan jantung normal terbukti tensinya 110. Hidayat, Kadus II Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan mengatakan Aiptu Gunawan dikenal baik di lingkungan.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Farial Mandalanta Ginting mengatakan kasus kematian Aiptu Gunawan sedang ditangani Sat Reskrim. Usai kejadian, jenazah atas persetujuan keluarga diautopsi. “Kami menunggu hasil autopsi,” terangnya.

Setelah diketahui arah penyebab kematian, penyidik baru melangkah lanjutan termasuk kemungkinan meminta keterangan saksi. Koordinator Bagian Humas RS Cakra Husada, Joko Susanto mengatakan sudah mendengar ada laporan meninggalnya Aiptu Gunawan. Hanya saja karena terjadinya hari Sabtu sore dia belum mendapat laporan detail.” Maaf mas yang berhak memberi keterangan masalah ini hanya direktur rumah sakit”, ujarnya saat dihubungi via telepon seluler. 

Sementara beberapa sumber menjelaskan, saat itu usai menjalani operasi almarhum belum juga sadar. Tim doketr baru tahu jika korban sudaah tidak bernyama setelah beberapa saat kemudian dokter akan membangunkan pasien. Tapi ternyata pak polisi ini sudah membujur kaku tak bernyawa. (lal)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...