Pengerajin Kock Majekan Klaten "Gulung Tikar". Pernah di pakai Di Ajang Al England.

Shutlecok (kock) produk Majekan Tulung Klaten sempat mendunia
KLATEN MATTANEWS.COM – Karena sulitnya bahan baku serta menjamurnya pabrik kock pabrikan, pusat kerajikan kock di Klaten tepatnya di desa di Majekan, Kecamatann Tulung, Klaten Jawa Tengah nyaris gulung tikar. Puluhan  pengerajin kok kini banting setir mencari usaha lain yang lebih menjanjikan.  Dulu Ratusan Slop kock setiap hari dihasilkan dari Majekan.  Kini tinggal beberapa orang mencoba untuk bertahan.

“Saat ini pengerajin Kok (suttlecock) di Majekan tinggal 5 orang padahal dulunya banyak dan bisa menjadi sandaran ekonomi keluarga. Namun sekarang tinggal beberapa orang termasuk saya. Padahal jika kita mampu bertahan, pesanan dari luar terus mengalir. Bahkan kita bisa kewalahan menerima order”,  ujar Prapto Wiyono, salah satu pengerajin yang masih bertahan.

Menurut Prapto dengan kondisi pengerajin yang tingga beberapa orang ini, cukup kewalahan memenuhi permintaan pasar. Jangankan memenuhi permintaan dari luar kota, dari Klaten saja menurut Prapto dia dan teman-temannya sudah cukup kerepotan melayani. Namun disatu sisi sulitnya mendapat bahan baku bulu yang baik menjadi kendala utama dia dan penegerajin lainnya.

Produksi rata-rata para pengerajin kok di Majekan saat ini mencapai 10 hingga 15 slop perhari utuk satu pengerajin. Harga satu slop kock asal majekan dibandrol dengan harga Rp 20 – 40 ribu/slop. Namun menurut Prapto harga mengikuti kuwalitas. Smakin bagus semakin mahal.”

“ Walaupun di produksi secara manual kwalitas suttlecock dari Majekan, Tulung, Klaten tak kalah denagan produksi pabrikan.Selain untuk memenuhi kebutahan di Klaten, produk suttlecock dari majegkan di kirim ke berbagai daerah, seperti Bandung, Yogjakarta. Bahkan kock asal Majekan dulu sering digunakan diajang Al England”, ujar Prapto sejak tahun 1972 sudah menekuni membuat kock. (lal/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...