Klaten Harus Punya Sport Center Jika Ingin Punya Atlet Beprestasi Nasional.

H. Otto Saksono ST Ketua KONI Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM
– Klaten dikenal sebagai gudangnya atlet Nasional sudah diketahui oleh semua pelaku olah raga di Indonesia. Namun nama Klaten berdengung dan disebut dalam event Nasional jarang terjadi. Itu terjadi karena banyak atlet Klaten yang memiliki prestai nasional “dibeli dan berwarga negara” daerah lain. Kini prestasi olah raga di Klatenpun semakin terperosok. Hanya ada satu cara membangkitkan kembali dunia olah raga di Klaten yakni memihaki para atlet dan membangun sarana sport center yang berstandar Nasional.

“Jangan harap Klaten punya atlet berprestasai Nasional jika pemihakan dan prasarana olah raga di Klaten masih seperti ini. Semua fasilitas olah raga yang ada masih konvensional, dan tidak ada satupun yang berstandar Nasional. Sehingg sangat sulit bagi atlet berbakat di Klaten bisa mencapai prestasi puncak. Padahal kita punya semua itu”, demikian ditegaskan ketua KONI Klaten H.Otto Saksono.ST

Menurut mantan ketua Gapensi Klaten ini sarana daan  prasarana olah raga di Klaten cukup tertinggal jauh dibanding dengan kota lain di sekitarnya. Baik dri sisi kualitas maupun kuantitas. Dan itu sangat berpengaruh pada prestasi atlet. Padahal Klaten dikenal sebagai gudangnya atlet nasional teruatama panahan, bulutangkis, pencak silat dan sepak takraw.

Sebut saja stadion Trikoyo Klaten yang belum sepenuhnya berstandar Nasional. Keberadaan GOR Klaten yang sudah tidak layak pakai karena sudah tidak memenuhi syarat untuk pusat olah raga. Disamping itu Klaten belum punya lapangan futsal, basket, bulutangkis atau renang yang bersatandar Nasional. Hala ini menurut Oto  sangat berpengaruh pada prrestasi atlet, karena mereka akan kedodoran secara fisik dan canggung dalam penampilan saat tampil di event Nasional.
Stadion Trikoyo Klaten sudah baik tapi belum berlampu
Melihat kondisi ini menurut Otto sudah saatnya Klaten memiliki gedung olah raga yang representatif. Keberadaan sport center dengan fasilitas dan gedung yang berstandar Nasional sudah saatnya dibangun di Klaten. Hal tersebut tidak semata mengejar prestasi. Namun Klaten yang sudah jauh tertinggal dengan daerah lain, memang sudah saatnya memiliki fasilitas olah raga yang memadai dan mampu menjadi kebanggaan atlet dan rakyat Klaten.

“Saat ini peran serta swasta terhadap dunia olah raga di Klaten minim atau boleh dikatakan nihil. Padahal jika potensi mereka kita optimalkan seperti Aqua atau pabrik susu SGM atau sektor swasta lainnya diberdayakan, dunia olah raga Klaten tak kalah dengan daerah lain. Dan Pemda sendiri juga harus tanggap akan masa depan mereka. Selama mereka dibiarkan, maka jangan harap Klaten punya atlet Nasional dengan baju Klaten”, tandas otto. 

Terkait pembangunan sport center, menurut Otto sangat mendukung jika Bupati Klaten yang baru peduli dan mau memikirkan hal tersebut. Karena bagaimanapun harus ada perubahan yang baik di Klaten. Dan hal itu diharapkan terjadi di era kepemimpinan Ibu Hajah Sri Hartini. “Sebenarnya banyak putra putri Klaten yang memiliki prestasi Nasional bahkan Internasional. Namun karena keterbatasan sarana prasarana dan tidak tergarap secara profesional dan terprogram maka semuanya hanya menjadi “jago kandang”, tegasnya. (get)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...