Dieare Serang Warga Gantiwarno. Sumur Penduduk Tercemar Bakteri E-Coli.

Salah satu sumur penduduk warga desa Sawit Gantiwarno
KLATEN MATTANEWS.COM – Warga Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah dalam beberapa bulan terakhir ini dikeluhkan dengan tercemarnya sumur mereka yang diguda tercemar bakteri E-coli. Akibat air yang tercemar banyak  warga desa yang menderita berbagai penyakit seperti diare, muntah, serta gatal gatal.

Tercemarnya sumur penduduk diduga kuat akibat daerah ini sring dilanda banjir. Sisa air yang menggenang di perkampungan penduduk disertai kotoran diduga kuat sebagai penyebab utamanya wabah E-koli muncul di sumur-sumur penduduk.

Kepala Desa Sawit, Maryadi mengaku banyak dari warganya pada akhir-akhir ini sering mengeluhkan beragam penyakit,terutama jenis penyakit perut atau yang berubungan dengan pencernaan. Suhu udara yang terbilang cukup ekstrim. Ditambah  tingkat kelembaban udara di wilyah ini terbilang cukup tinggi, karena lokasi Desa Sawit berada dekat dengan perbukitan, sangat memungkinkan mudahnya penyakit berkemabang biak diwilayah ini, apalagi sebagian besar wilayah Sawit berupa rawa-rawa.

“Lembabnya udara di wilayah Sawit ini juga berdampak pada kondisi sumur warga. Ratusan sumur gali yang dipakai warga ternyata setelah dicek laborat kondisi airnya ditemukan mengandung beragam bakteri terutama bakteri e-coli dan zat besi. (fe) Hal inilah yang diguga kuat sebagai penyebab utama munculnya penyakit yang kini menyerang warga kami”, ujar Kepala Desa saat ditemui wartawan Selasa (1/3).

Dikatakan Maryadi, sumur warga yang tercemar itu selain kerap menimbulkan penyakit diare, ternyata juga berdampak pada penyakit yang berkelanjutan seperti, prostat, batu ginjal, hingga sakit tulang. kondisi menurutnya cukup memperihatinkan. Untuk itu pihaknya akan segera melaporkan kondisi daerahnya pada Camat serta dinas terkait, agar bisa diteruskan pada Bupati.

“Sebenarnya Desa Sawit telah mendapat bantuan Pamsimas dari Pemerintah, namun belum semua warga bisa menikmati. Sementara air sumur hanya dipergunakan untuk  keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Namun masih banyak warga yang nekad menggunakan aiar sumur, sehingga berdampak pada kondisi yang terjadi sat ini”, tegasnya. (riq/tev) 

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...