Demo Tuntut Mundur Kepala Desa Barukan, Sarat Muatan Politis.

Warga Barukan saat melakukan aksi demo
KLATEN MATTANEWS.COM - Sehari setelah dipaska turun dari jabatannya, Kepala Desa Barukan, Marsudi membantah tudingan warganya yang tergabung dalam Tim Peduli Barukan. Tudingan penyelewengan dana desa tahun 2015 dan  tindakan asusila dinilai Marsudi sarat muatan politis. Kades yang juga berprofesi sebagai ‘blantik sapi’ tersebut mengungkapkan sebagian besar orang-orang yang tergabung dalam Tim Peduli Barukan merupakan lawan politiknya dalam pemilihan kepala desa tiga tahun silam dan bersebrangan dalam Pilkada tahun lalu.
“99 persen orang-orang yang tergabung dalam Tim Peduli Barukan merupakan lawan politik di pilihan kepala desa tiga tahun lalu. Dan saya pribadi tidak pernah melakukan apa yang mereka tudingkan,” Ungkap Marsudi saat ditemui di kediamannya, Sabtu (19/3/).
Lebih lanjut, suami dari Mamik Riyani tersebut merasa heran dengan Tim Peduli Barukan  yang muncul secara tiba-tiba. Ia mengaku tidak mengetahui struktur kepengurusan, fungsi dan kapan tim itu dibentuk. Marsudi juga mengaku siap berdialog dengan Tim peduli barukan jika diinginkan.
Kepala Desa Barukan Marsudi
“Secara legal formal, saya dan pemdes tak mengetahui Tim Peduli Barukan. Saya tidak mengetahui struktur kepengurusannya seperti apa? Kapan dibentuk? fungsinya apa? Kenapa tim ini baru muncul akhir-akhir ini? Selama ini saya merasa tak bersalah kenapa harus diancam dengan disuruh mengundurkan diri. Saya siap berdialog dengan tim itu kalau memang diinginkan,” jelas Marsudi.
Sementara itu beberapa sumber di lapangan menjelaskan kasus yang menimpa Kepla Desa Barukan lebih banyak muatan politisnya. Apalagi di Klaten baru saja usai menggelar Pilkada. Sehingga ekses dari Pilkada masih kental mewarnai perpolitikan di desa. Apalagi Manisrenggo dikenal sebagai kandangnya pasangan One – Sunarto. Sementara sang kepala Desa dikenal sebagai loyalis Dua Srikandi.
“Jika anda melihat hasil perolehan suara Pilkada di kecamatan Manisrenggo pasangan Hati Mulya kalah telak. Hanya di kelurahan Barukan pasangan Dua Srikandi punya suara cukup besar. Dari sinilah akar permasalahan sebenarnya bisa kita urai. Siapa aktor politik dibalik semua ini pasti wartawan lebih tahu dan lebih jeli, apalagi di wilayah ini terjalin komunikasi lintas partai dalam memenangkan satu calon pada saat Pilkada kemarin ”, ujar sumber.(ndy)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...