Bupati Buka Program Jaksa masuk Sekolahan.Kajari "Ngajar" di SMPN II Wonosari.

Kajari Klaten mengajar siswa SMPN II Wonosari
KLATEN MATTANEWS.COM – Program Jaksa masuk sekolahan mulai dilakukan Kejaksaan Negeri Klaten. Bupati Klaten Hajah Sri Hartini secara resmi membuka program tersebut Kamis (17/3) di SMP Negeri II Wonosari, Kecamatan Wonosari, Klaten Jawa Tengah. Jaksa Masuk Desa merupakan penjabaran intruksi Presiden RI Joko Widodo tentang revolusi mental yang terangkum dalam Nawacita.

Bupati Klaten Hajah Sri Hartini mengaku senang dan mendukung sepenuhnya gerakan tersebut. Karena dengan pengenalan hukum sejak dini, terutama bagi anak sekolah akan membuat anak-anak melek hukum dan akhirnya bisa membentengi diri untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Dengan mengenal hukum, maka anak-anak diharapkan akan selalu menjahui hukum dan tidak berurusan dengan hukum.

“ Saya menyambut baik program ini. Dan di era globalisasi serta kemajauan teknologi yang serba modern ini  pengertian dan mengenal hukum sejak dini mutlak diperlukan, agar anak-anak tidak salah jalan dalam berperilaku. Hukum dapat dijadikan beteng bagi anak-anak dan kita semua dalam berperilaku, karena jika kita telah mengetahui hukum, maka akan mempunyai rasa takut untuk berbuat yang tidak baik”, tegas Bupati usai membuka acara Jaksa masuk sekolahan.
Bupati Klaten Hj Sri Hartini dan Wakil Hj Sri Mulyani saat membuka Jaksa masuk sekolahan
Semengara itu Kepala Kejaksaan Negeri Klaten Sugeng Hariyadi SH.MM mengajak anak-anak sekolah untuk mengenal hukum. Karena dengan mengenal hukum maka kita akan selalu mengindari hukum. Artinya semua yang kita lakukan selalu baik, bukan sebuaha pelanggaran dan akhirnya jika ini berjalan dengan baik maka sejak dini anak-anak sudah terdidik dalam bingkai moralitas yang baik. Menurut Sugeng inilah yang akhirnya bisa merevolusi mental anak-anak bangsa menjadi anak-anak yang berbudi pekerti baik dan taat hukum.

Program Jaksa amasuk sekolah sendiri menurut Kajari akan dilakukan di 26 kecamatan yang ada di Klaten. Dengan kekuatan 24 jaksa yang ada di kantor Kejaksaan, para jaksa akan masuk dan memberi pelajaran tentang hukum di sekolahan mulai dari tingkat SD hingga SMU.”Ingat angka anak-anak yang berhadapan dengan hukum di Klaten dari tahun ketahun terus meningkat.Ini sebuah peerkembangan yang tidak baiak dan harus ditanggulangi”, tegasnya.

Selain memberi kuliah terbuka tentang hukum, dalam kesempatan tersebut Kajari sempat masuk kedalam salah satu kelas dan mengajar siswa kelas IV sekaligus membagikan PIN bertuliskan Jaksa masuk sekolahan. Suasana cukup hidup karena terjadi dialog interaktif yang membuat siswa tidak merasa takut untuk bertanya dengan para penegak hukum.(lal/red)
  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...