Warga Mboto Demo, Tuntut Penutupan Kandang Ayam.

Kantor Desa Boto Wonosari Klaten
KLATENMATTANEWS.COM -  Warga di Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Klaten Senin(15/2) pagi datangi kantor desa setempat. Pemicu emosinya warga tersebut disebabkan, banyak lalat yang berasal dari usaha peternakan ayam potong tersebut masuk ke pemukiman warga.. Mereka menagih janji kepada pemilik usaha ternak ayam, yang mereka pernah membuat kesepakatan bersama, yakni pengendalian lalat, bau tak sedap dan jalan rusak menuju lokasi peternakan.

Jarak antara rumah warga dengan kandang ayam  hanya sekitar 50 meter. Sehingga jika ada terpaan angin yang mengarah ke pemukiman penduduk bau tak sedap terasa menyengat. Selain itu ribuan lalat hijau yang masuk kerumah penduduk,membuat warga merasa jijik dan juga bisa menyebabkan munculnya penyakit diare atau sejenisnya.

  Idealnya jarak antara kandang ayam dan rumah penduduk minimal 1 kilometer dari pemukiman. Yang ada saat ini hanya berjrak sekitar 500 meter. Saat itu warga bisa menerima karena pemilik sanggup Ini membersihkan dan menanggulangi semua akibat yang ditimbulkan.Tapi kenyataanya sekarang nol besar, sehingga warga protes dan meminta aparat terait menutup kandang tersebut”. ujar salah satu warga.

Kadus 2 Desa Boto Iswanto menjelaskan sebenarnya pemilik sudah melakukan upaya pengendalian dalam memelihara kebersihan kandangnya. Namun karena kurang maksimal, bau tak sedap serta lalat masih mengganggu warga. Maka jika sekarang warga melakukan protes hal tersebut bisa dimaklumi. Karena keberadaan kandang yang hanya berjarak 500 dari rumah penduduk memang cukup riskan bagi kesehatan warga, sehingga perlu dikaji ulang.

Kepala Desa Boto Mashudin membenarkan jika warga sekitar kandang telah mengirim surat ke desa yang intinya meninjau ulang atas berdirinya kandang tersebut. Selain itu warga juga menyampaikan jika sejak berdirinya kandang tersebut warga sering terserang penyakit tipes dan diare. Dsisini warga menduga semua disebabkan kebersihan kandang yang tidak terawat. Sehingga warga berinisiatif lapor Bupati dan ke kantor Lingkungan Hidup.

“Warga meminta agar desa dan dinas terkait mengkaji ulang perijinan kandang tersebut, apalagi pemilik kandang mengingkari semua janji yang tertuang dalam kesepakatan awal. Dalam hal ini kami selaku pemeinatah desa akan segera melakukan koordinasi dengan semua unsur terkait, agar tercapai jalan keuar terbaik dan iklim kondusif”, ujarnya.

Beberapa sumber menjelaskan sebenarnya pemilik kandang sudah berusaha melakukan pembersihan dan perawatan kandang. Namun karena saat ini musim hujan, semua tidak bisa berjalan maksimal. Udara yang lembab dan becek membuat lalat mudah berkembang biak, sementara upaya penyemprotan belum maksimal. (ono/red)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...