Sunaryo Kembali Pimpin PPNI Klaten. Buka Praktek Harus Punya Ijin.

Sunaryo.M.Kes kembali pimpin PPNI Kabupaten Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM -  Sunaryo M.Kes kembali terpilih sebagai ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Klaten priode tahun 2015 – 2020. Sunaryo berhasil mengungguli dua kadindat lainnya dengan memperoleh 26 suara, sementara calon lain yakni Saifudin dari Stikes Muhammadiyah Klaten yang hanya memperoleh 12 suara dan Slamet Widodo dari RS Suraji Tirtonegoro dengan 8 suara. Selain memilih ketua baru dalam acara Musda IX DPD PPNI Kabupaten Klaten yang digelar di aula RSUD Bagas Waras Klaten Minggu (21/2) ini juga memilih formatur guna pembentukan pengurus baru masa bakti tahun 2015 – 2020.

Ketua PPNI Kabupaten Klaten terpilih Sunaryo dalam kesempatan tersebut menegaskan program utamanya ialah anggotanya demi menuju profesionalisme perawat dalam memberi layanan kesehatan pada masyarakat. Menurutnya profesionalisme perawat mutlak diperlukan apalagi dalam rangka menghadapi MEA, dimana persaingan dunia kesehatan semakin kompetitif.

“ Profesional mutlak diperlukan bagi perawat khusunya mereka yang terwadah dalam PPNI. Kwalitas layanan kesehatan yang baik menjadi tuntutan utama, apalagi Indonesia sebentar lagi akan menghadapi MEA. Sehingga dalam persaingan yang semakin ketat keberadaan para perawat Indonesia, khsusunya Klaten tidak kalah dan mampu bersaing”, tegasnya.
Para pengurus dan perawat PPNI Klaten
Selain membentuk perawat yang profesional dibidangnya Sunaryo juga akan meningkatkan kesejahteraan para perawat dengan mengupayakan standarsasi sistim penggajian perawat. Untuk hal ini diutamakan bagi para perawat yang bekerja di klinik atau rumah sakit swasta. Karena hanya dengan standarisasi gaji yang layak dan berimbang sesuai dengan kemampuannya, maka profesionalisme akan cepat tercapai.

Menyinggung masih adanya perawat yang membuka praktek dirumah tanpa mengantongi ijin pratek, dengan tegas Sunaryo mengatakan hal itu tidak dibenarkan. Untuk itu pihaknya akan melakukan advokasi guna mendata keberadaan perawat yang buka praktek tanpa ijin. Jika ditemukan maka pihaknya akan memberi pembinaan sekaligus sangsi tegas.

“Itu menjadi salah satu skala prioritas tugas kepengurusan PPNI yang baru. Dan kita telah mentargetkan dalam tahun ini seluruh perawat di Klaten yang membuka praktek diluar jam kerja atau di kantor 100 persen harus sudah punya ijin dan teruji kualitas kemampuan dan pengalamannya. Ini syarat mutlak yang harus dipenuhi karena menyangkut nyawa manusia”, tegasnya (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...