Sumunaring Suryo Ing Gagat Rahino.Ketoprak Kolosal Amigo Grop di 40 Tahun Berkarya dan berinspirasi.

Suasana Sultan Hadiwiyaja di Kerajaan Pajang
KLATEN MATTANEWS.COM – Sebuah Maha karya sutradara dan tokoh ketoprak Nasional Bondan Nusantara kembali menggugah kita dalam angan kebesaran dan kejayaan kerajaan Mataram yang pernah ada ditanah Jawa ini. Sumunaring Surya Ing Gagat Rahino, sebuah lakon ketoprak hasil karya penulis legendaris SH Mintarjo dimainkan dengan apik dan penuh penghayatan oleh keluarga besar AMIGO GROUP Klaten. Sekitar 2000 karyawan dan keluarga yang memenuhi Jogya Expo Center (JEC) Yogyakarta Minggu (31/1) terpukau dan larut dalam suasana era tahun 70an dimana pertunjukan seni ketoprak masih marak dan sering dipanggungkan disetiap event kegiatan.

Ketoprak kolosal yang mengambil cerita dengan latar belakang kerajaan Mataram dan Pajang ini, dimainkan oleh sekitar 300 personil karyawan dan keluarga Amigo group. Pertunjukan juga merupakan komitmen kuat sang komisaris Amigo Group Klaten Edy Sulistyanto akan kecintaanya pada seni budaya Jawa.     
Rombongan dagelan para emban kerajaan Mataram
Dengan tata lampu dan efek suara yang baik, pagelaran ketoprak kolosal kali ini memang luar biasa dan begitu memukau.  Maka tak heran sekitar 2000 karyawan dan keluarga karyawan dari 5 Kabupaten yakni Klaten, Boyolali, Karanganyar, Wonosari dan Sukoharjo merasa terobati atas kangennya pada kesenian yang hampir punah ini. Nyaris tak ada satupun penonton yang beranjak dari tempat duduknya,hingga pertunjukan berdurasi 2 jam ini selesai.

”Sebagai warga Klaten dan atas nama pemerintah Kabupaten Klaten kami bangga dengan apa yang telah diperbuat bapak Edy. Kepedulian beliau akan seni budaya Jawa begitu tinggi. Ini merupakan cambuk bagi kita semua terutama generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya leluhur yang merupakan budaya kita sendiri”, ujar Bambang Sigit Balak Sinugroho Asisten I Sekda Kabupaten Klaten yang juga hadir dalam acara tersebut.
Edy Sulistyanto beserta istri anak anak dengan latar belakang karyawan Amigo
Sementara sang komisaris AMIGO GROUP Edy Sulistyanto mengaku apa yang dilakukan selama ini adalah panggilan jiwa dan bentuk tanggung jawabnya ketika mewarisi budaya pada generasi muda yang akan datang. Sehingga dirinya terpanggil untuk bisa melakukan sesuatu demi lestarinya budaya Jawa. Maka Ketoprak atau kerawitanlah yang selalu ditonjolkan untuk ditampilkan dalam setiap pementasan.

“Ketoprak adalah salah satu budaya leluhur kita. Budaya yang penuh dengan nilai filosofi tinggi dan budi pekerti. Maka kita wajib menjaga dan melestarikannya. Jika tidak kita yang peduli, siapa lagi yang akan mencintai budaya kita. Maka saya tak pernah memanggil bintang tamu atau artis top ibu kota dalam setiap event ulang tahun. Karena saya punya tanggung jawab moral melestarikan budaya kita, budaya Jawa”, tegas Edy Sulistyanto komisaris Amigo Group kepada Mattanews.
Para prajurit dan manggolo judo sebelum tampil
Sumunaring Ing Gagat Rahino sendiri adalah lakon buah karya sang maestro SH Mintarja. Dalam kisah ini menggambarkan terjadinya suksesi pemerintahan saat itu dari kerajaan Pajang ke kerajaan Mataram yang berjalan damai. Lakon ini sengaja diambil dan dipentaskan karena sangat cocok dan pas dengan kondisi saat ini. Dimana rakyat yang cerdas dan pintar akan mampu memilih sosok pemimpin yang benar-benar mampu bekerja dan berkarya nyata untuk rakyat dan tanah airnya.(hilda/red)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...