Siswa SD Menangis. BSM Dipotong Untuk Upeti UPTD. Sudirno Tidak Ada Perintah !!!

Sekretaris Dinas Pendidikan Klaten Sudirno
KLATEN MATTANEWS.COM -  Ribuan siswa SD di wilayah Klaten, mengeluh dan menangis karena uang BSM(Bantuan Siswa Miskin) dipotong pihak sekolah dengan dalih untuk distorkan ke UPTD Pendidikan setempat. Data yang berhasil dihimpun dilapangan, uang dari potongan pada siswa SD tersebut bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Terkait munculnya kasus tersebut Sekretaris Dinas pendidikan Klaten Sudirno dengan tekan mengatakan tidak ada aperinatah dari dinas terkait pemotongan dana BSM. Bahkan Dinas sudah berkali-kali mengingatkan kepada seluruh guru,Kepala sekolah dan UPTD tidak melakukan pemotongan dana siswa dalam bentuk apapun. Jika sekarang terjadi, maka saat ini juga Senin (1/2)  dirinya akan memangil seluruh UPTD pendidikan.

“Tidak pernah ada perintah dari Dinas memotog atau menarik dana apapun juga terkait masalah pendidikan, apalagi bantuan untuk siswa miskin. Untk itu saya memerintahkan dan meminta apada seluruh orang tua siswa dan guru agar menolak dan tidak menanggapi jika ada oknum UPTD yang melakukan pemotongan dengan dalih disetor ke Dinas”, demikian tegas Dirno.

Menurut Dirno dana BSM hanya turun sekali dalam satu tahun dan mereka yang menerima umumnya siswa miskin yang membutuhkan. Maka sangat disayangkan jika mereka yang sudah miskin dan butuh beaya malah dipotong bantuannya. Untuk itu lanjut Dirno, pihaknya akan turun ke lapangan guna melakukan pengecekan dan menindak jika ada UPTD yang terbukti melakukan pemotongan dana BSM.

Dana BSM diberikan pada siswa miskin untuk tambah beaya pendidikan selama menuntut ilmu disekolah. Dana yang berasal dari APBN ini hanya turun sekali dalam setahun,yang langsung diberikan kepada siswa penerima melalui rekeningya. Besar dan jumlah uang yang diterima siswapun berbeda. Untuk kelas 1SD  BSM yang dterimakan sebesar Rp 225.000/siswa. Potongan yang harus disetor pada kepala sekolah sebesar Rp 30.000/siswa. Sedang untuk kelas 2 – 6 SD berhak menerima dana BSM Rp 450.000/siswa, dengan potongan yang harus disetor sebesar Rp 60.000/siswa.

Kasus ini terungkap dan mencuat kepermukaan karena keberanian salah satu orang tua wali murid di salah satu SD di kecamatan Manisrenggo. Di wilayah ini seluruh penerima BSM diwajibkan setor uang untuk diserahkan ke UPTD. Hal sama juga terjadi di wilayah kecamatan Gantiwarno, Karangnongko. Diduga kuat di daerah lain hal serupa juga dilakukan, karena menurut informasi pemotongan ini dilakukan secara serentak.

“Kita ini orang miskin, mau menyekolahkan anak biar bisa menjadi orang pintar saja sulitnya minta ampun. Baru dapat bantuan sebesar itu saja sudah banyak oknum yang melakukan pemotongan. Apa orang miskin seperti saya tidak boleh menyekolahkan anak”, ujar salah satu orang tua siswa di wilayah Manisrenggo.(rocky/red)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...