"Semoga Yang Buang Sampah Cepat Mati Dan Masuk Neraka"

Spanduk sampah yang menimbulkan pro kontra
KLATEN MATTANEWS.COM – Sebuah spanduk terbentang ditepi sungai Cewok dengan tulisan yang agak extrem “ Semoga Yang Buang Sampah Cepat Mati dan Masuk Neraka”. Kekesalaan warga sekitar jembatan ini tampaknya sudah habis kesabarannya. Selain sungai jadi mampet bau busuk  tak sedap begitu menyengat sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Maka dibuatlah spanduk dengan tulisan yang cukup mengundang debat pro dan kontra.

Selain spanduk tersebut masih ada spanduk bertuliskan "Ya Alloh semoga yang buang sampah disini disurutkan rejekinya, disulitkan urusannya, dibanyakkan permasalahannya dan cepat mati.. Amiiiiiiin!!!" . Beberapa warga mengaku kesal dengan ulaha warga yang dengan seenaknya membuah sampah disungai tersebut. Karena selain menimbulkan bau busuk, sungai mampet dan banyak sampah masuk ke sawah penduduk.

Camat Manisrenggo Purnomo Hadi mengatakan inisiatif untuk memasang banner tersebut berawal dari keprihatinan lantaran masih banyak  yang membuang sampah di Sungai Cewok setiap paginya. Dari keprihatin inilah akhirnya muncul beberapa ide dan masukan akhirnya dipilih tulisan dengan bunyi seperti itu.
Camat Manisrenggo Purnomo Hadi
“Ide tulisan tersebut berawal dari rasa prihatin dan kekesalan warga sekitar sungai yang setiap hari disuguhi kotoran serta bau busuk menyengat. Akhirnya mereka sepakat membuat spanduk dengan tulisan seperti itu”, ujarnya.

Dia mengaku,  selama ini belum ada koordinasi untuk memberikan sanksi kepada pembuang sampah liar.  " Mudah-mudahan dengan adanya banner itu, para pembuang sampah akan takut karena tulisan tersebut sifatnya doa. Mendoakan pembuang sampah di situ cepat mati dan masuk neraka,"ungkapnya.

Saat ini,telah disiapkan 10 banner doa masyarakat peduli sampah dan 12 banner larangan Buang Air Besar (BAB) di sungai. 22 banner tersebut akan kembali dipasang dilokasi pembuangan sampah liar dan lokasi BAB di sungai diwilayah Kecamatan Manisrenggo.

Terkait hal itu, Ketua RT 13/RW 4 Dukuh Kranggan Baru, Desa Kebonalas Supardi mengaku senang dan mendukung langkah pemasangan banner di jembatan Kali Cewok. "Sudah sekitar 3 tahunan lokasi ini dipakai untuk membuang sampah liar oleh warga luar desa. Karena tidak ada hukum yang mengatur, ya kami tidak berani melarang. Kalau sudah ada hukumnya, ya kami berani menegur," terangnya.

Sementara beberapa warga menyayangkan dengan tulisan yang tertera dalam spanduk. Karena sedikit kasar dan terkesan mendoakan seseorang  cepat mati. “Tulisan seperti itu tidak bener, seharusnya bahasanya diperhalus atau diberi sangsi bagi para pembuang samapah”, ujarnya.(ono).


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...