Rusunawa Klaten Kawasan Ramah Anak Bukan "Sarang Preman"

Kegiatan TPA dilakukan setiap sore di Rusunawa Bareng Lor Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM – Anggapan sebagian orang akan keberadaan Rusunawa Bareng Lor yang identik dengan taman lampion sebagai rusun yang banyak dihuni premen ternyata salah besar. Karena 99 persen penghuni Rusun adalah warga biasa dan ibu-ibu dengan berbagai kegiatan postif. Bahkan di Rusun ini berbagai kegiatan seperti pelatihan indutri kecil, bercocok tanam, PKK, arisan dan kegiatan keagamaan seperti TPA sangat aktif. Sehingga sangat aneh jika ada segelintir orang yang mengatakan Rusunawa penuh dengan preman.

“Lho wong penghuninya saja 90 saja ibu-ibu dan anak-anak, kok bisa dikatakan komplek preman. Tudingan ini khan salah besar. Jujur para penghuni Rusun yang sebagian besar ibu-ibu dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda seperti tenaga srabutan, pengerajin dan swasta. Maka saya sanat menyayangkan jika ada kelompok orang yang menuding rusunawa sarang preman. Lha wong peghuni Rusun yang berusia remaja saja tidak ada kok bisa dibilang dipenuhi preman”, tegas beberapa ibu rusunawa saat bincang-bincang dengan MATTANEWS.

Kehidupan di Rusunawa tampak harmonis, nyaman aman dan tentram. Sore hari berbagai kegiatan positif selalau diadakan di aula rusunawa blok B. Seperti les pelajaran sekolah agi anak, anak, pengrajin, pelatihan ketrampilan agi ibu rumah tangga dan masih banyak lagi. Sehingga paktis Rusun yang nyaris tidak punya penghuni remaja ini hampir sepanjang hari selalu dipadati oleh berbagai kegiatan positif
Selain ngaji meraka juga di beri tambahan pelajar sekolah.
“ Disini ibu dan anak selalu melakukan kegiatan positif, mulai belajar menggambar dan menulis  serta TPA bagi anak-anak usia sekolah. Sementara bagi ibu-ibu kegiatan yang dilakukan mulai pertemuan PKK, Posyandu, arisan serta pelatihan ketrampilan hingga bercocok tanam. Sehingga jika ada yang mengatakan Rusunawa sarang preman itu salah besar”, ujar Sekar Arum salah penghuni rusun yang juga aktivis peduli anak, yang sebentar lagi akan menggelar acara pameran tingkat anak di Rusunawa.

Kegiatan peduli anak juga tidak berhenti sampai di sini, di blok A maupun blok B pengajian anak atau TPQ dilakukan dua kali seminggu dengan bimbingan para ustad. Hal ini dilakukan agar sejak usia dini anak-anak sudah mengenal agama dan perilaku yang baik dan ber aqlak mulia. " Semoga pemerintah akan lebih memperhatikan kegiatan kehidupan kamai warga rusun, terutama perhatian pada anak-anak usia dini”, ujar Narno Spd, salah satu tokoh masyarakat setempat.(Lia)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...