Resik-Resik Kali Setengah Hati. Sampah Menumpuk Di Tepi Sungai.

Kondisi sungai yang membelah kota Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM - Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, pelajar, bersama masyarakat Klaten, Sabtu (13/2) pagi, terjun ke sungai untuk melakukan gerakan bersih sungai di lima sungai di Klaten. Kelima sungai  tersebut adalah Sungai Jalidin, Sungai Glogok, Sungai Lunyu, Sungai Pelu dan Sungai Kacang Ijo.

Namun sayang banyaknya relawan dan peronil yang diterjunkan pagi itu tidak diimbangi dengan rencana kerja yang benar. Sehingga selain banyak tenaga nganggur, limbah sampah hasil bersih bersih kali hanya ditumpuk ditepi sungai. Bahkan di beberapa titik ada petugas yang justru membuang kembali sampah ke sungai. Hal ini membuat keprihatainan,karena jika turun hujan kondisi sungai akan kembali seperti semula. Semetara tumpukan sampah ditepi sungai justru mengganggu lingkungan. 

" Lho ini gimana to mas. Mosok sampah hasil bersih-bersih hanya ditumpuk ditepi sungai begitu saja. Bahkan ada beberapa petugas justru menghanyutkan kotoran hasil bersih-bersih ke sungai. Emang sebelum bekerja tidak ada perencanaan kotoran sungai mau dibuang kemana", ujar salah satu warga kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Bambang Sujarwo mengatakan lima sungai di Klaten menjadi sasaran program kali bersih, sehat, hijau dan bebas banjir.Dari  lima sungai  tersebut hanya satu lokasi yang ditempatkan alat berat berupa satu unit backhoe yakni Sungai Lunyu, sedangkan sungai  yang lain dikerjakan secara manual karena terbatasnya anggaran.
Petani Buntalan ikut membersihkan saluran air menuju persawahan
"Karena keterbatasan anggaran hanya satu sungai yang menggunakan alat berat, lainnya dikerjakan secara manual dengan target pembersihan sampah dan sedimentasi sungai," kata Bambang.

Sementara itu Pejabat (Pj) Bupati Klaten Jaka Sawaldi mengungkapkan program bersih sungai merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Klaten berkampanye kepada masyarakat untuk mewujudkan sungai yang bersih, sehat, hijau dan bebas banjir.

"Program bersih kali pada 2016 secara serentak dilakukan di lima sungai lantaran di sungai tersebut banyak terdapat endapan. Gerakan ini kita awali dari perkotaan dengan harapan bisa memberi contoh keteladanan serta penyadaran warga atas kebersihan sungai," ujarnya. 


Terkait, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPU Klaten Pramana Agus Wijanarka mengungkapkan jumlah sungai di Klaten ada 148 sungai dan 36 sungai tergolong sungai besar. "Kondisi sungai saat ini cukup dangkal. Sedimen sungai mencapai 1 hingga 2 meter berupa endapan tanah, sampah dan berpotensi mengakibatkan banjir," pungkasnya. (ono).

Share on Google Plus

Salam mattanews com

2 komentar:

  1. Untuk mengatasi lingkungan, mari kita bersama gunakan packaging makanan ramah lingkungan http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete
  2. Sampah yg berada disungai tidak boleh terus dibiarkan

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...