Petani Bingung. Beredar Pupuk Aba--Abal Dengan Harga Murah Di Klaten.

Contoh Pupuk Yang diduga Abal-abal.
KLATEN
MATTNEWS.COM Pupuk abal-abal ditemukan di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa tengah Selasa (9/2) pagi. Temuan diketahui saat digelar sosialisasi antara pengecer pupuk dengan Dinas Pertanian (Dispertan), Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Perwakilan dari PT Petrokimia Gresik di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0723 Klaten.

Untuk itu Pasi Intel Kodim 0723 Klaten Supardi meminta agar Babinsa, Kelompok Tani lebih berhati hati dan dapat membedakan aantara pupuk yanag baik dan jelek. " Setelah kita mendapat informasi adanya pupuk abal-abal, kami segera turun kelapanagan dan melakukan penyisiran. Hasilnya di desa Bolopleret, Juwiring kami menemukan 11 sak pupuk abal-abal dengan sampel tulisan SP 3*6, di karungnya." Jelas Supardi.

Dijelaskan Supardi, pengecer pupuk tersebut mengaku membeli pupuk sebanyak 1 ton. Dari jumlah tersebut, sudah terjual dan tinggal 11 sak. Pupuk abal-abal tersebut kemasannya hampir sama dengan pupuk yang resmi. Bedanya yaitu pupuk abal-abal bertuliskan Phoska dan bertuliskan SP 3*6. Selain itu tulisan perusahaan produsen pupuk juga berbeda.

Dihadapan petugas pengecer mengaku tidak mengetahui kalau pupuk yang dijualnya abal-abal dan hanya disetori orang. Pengecer juga tidak tahu orang yang menyetorinya siapa. Pupuk tersebut dibeli dengan harga Rp 68 ribu dan dijual kembali dengan harga Rp 120 ribu," kata Supardi.

Sementara, Sales Supervisor PT Petrokimia Gresik Wilayah Klaten, Sigit Cahyono mengaku tidak berani memastikan kemasan temuan pupuk tersebut palsu atau tidak, karena sampel tersebut ada ijinnya.  Namun yang jelas dengan beredarnya pupuk dengan kualitas rendah yang dirugikan konsumen dalam hal ini para petani.

"Kita tidak  tahu apakah pupuk ini palsu atau asli.  Dan disini kita tidak berani menyebut palsu karena ada ijinnya. Yang jelas Kita menyebutnya ini pupuk abal-abal atau pupuk alternatif, plus minus  dengan kandungan didalamnya”, ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Klaten Joko Siswanto menjelaskan petani diwilayah Klaten tidak ingin dirugikan. Untuk itu pihakanya akan melakukan sosialisasi adanya pupuk  bersubsidi. Kita akan sosialisasikan jika pupuk bersubsidi di Klaten cukup dan memenuhi, serta tentang pupuk yang berkulitas,” jelasnya.

Terkait hal itu, Dandim 0723 Klaten Letkol Inf  Bayu Jagat, siap mengamankan peredaran pupuk diwilayah Klaten dalam rangka ketahanan pangan.  (ono). 


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...