Pasar Cawas Terendam Air, Pom Bensin Jadi Pasar Tiban.

Pom Bensin Cawas alternatif untuk menggelar dagangan para bakul
KLATEN MATTANEWS.COM - Trotoar sepanjang pompa bensin Cawas, Klaten Jawa tengah sempat menjadi pasar Tiban (dadakan). Sekitar 50 pedagang yang biasa menempati los di dalam pasar  Cawas terpaksa menggelar dagangan mereka di trotoar akibat jalan yang mengelilingi pasar terendam banjir Rabu (3/2). Sementara jarak antara pom bensin dan pasar Cawas sekitar 100 meter. Namun kondisi tersebut kini sudah berangsur normal. Beberapa pedagang sudah mulai kembali ke pasar walau air masih menggenang disana sini.

Banjir yang merendam jalan sekeliling pasar Cawas di sebabkan jebolnya tanggul sungai di daerah perbatasan antara desa Talang, Bayat dan Modran, Planggu, Trucuk. Akibat jebolnya tanggul tersebut menjadikan beberapa daerah cawas terendam banjir. Kali tersebut masih satu ruas dengan kali Dengkeng.“Yang berjualan di sini hanya sebagian, selebihnya banyak pedagang yang pulang karena banjir merendam jalan sepanjang pasar cawas” ungkap Marno, pedagang buah.
Kondisi jalan didepan pasar Cawas, walau saat ini sudah mulai surut
Menurut keterangan Marno, sebenarnya kondisi di dalam pasar tidak kebanjiran, karena letak pasar lebih tinggi dari jalan. Namun, jalan yang mengelilingi pasar terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa. Dengan keadaan itu tentunya pembeli bakal enggan masuk ke dalam pasar.“kalo tidak jualan disini (trotoar depan POM Bensin Cawas) pasti pembeli tidak ada yang mau masuk ke dalam pasar, bisa-bisa dagangannya tidak laku dan kita rugi”imbuh Marno.

Tidak hanya lingkungan pasar Cawas yang kebanjiran, beberapa desa  dengan posisi lebih rendah dari kali Dengkeng juga mengalami hal yang sama seperti Bawak, Barepan, Talang, dan kedungampel. Selain membanjiri pemukiman warga, banjir juga merendam area persawahan yang baru usai tanam.

Seperti yang di ketahui, dalam tiga hari ini Klaten di guyur hujan dengan intensitas yang cukup lama. Dan berakibat meluapnya air sungai, ambrolnya tanggul diperkirakan tak mampu menahan tekanan akibat derasnya arus sungai. Menurut keterangan warga, tanggul ambrol sekitar jam 10 malam.“dari tahun ke tahun yang menyebabkan Cawas banjir dari sini, Kalau dulu karena tanggulnya kurang tinggi kalau sekarang karena tanggulnya yang ambrol” ujar salah satu warga Modran, Planggu.

Untuk menanggulangi hal tersebut pemerintah desa beserta relawan yang di koordinasi oleh BPBD (Badan Penaggulangan Bencana Daerah) berencana menutup tanggul yang ambrol dengan tanggul darurat dari karung yang di isi tanah.(hilda/red)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...