Nila Merah Andalan Petani Ikan Nganjat. Kewalahan Penuhi Permintaan.

Nila Merah konsumsi siap dipanen
KLATEN MATTANEWS.COM Nila Merah asal Nganjat Polanharjo, Klaten Jawa Tengah, hingga kini masih menjadi produk andalan para petani ikan Klaten karena memiliki daya jual tinggi dipasaran. Hingga saat ini permintaan Nila merah dari berbagai kota di Jawa Tengah dan Jakarta terus meningkat.

Walau masih memakai sistim tangkaran tradisional namun ikan yang dihasilkan layak dibanggakan. Karena kondisi ikan sehat, gemuk dan tahan penyakit. Sehingga kandungan proteinnyapun sangat banyak dan bagus. Pengelolaan yang masih alami serta pemeliharaan yang lebih banyak menggunakan pakan alam inilah yang membuat Nila Merah asal Nganjat diburu pedagang dari luar kota seperti Jakarta, Jogya, Solo Semarang dan lainnya.

Kepala Desa Nganjat Pandu Sujatmoko menjelaskan distribusi penjualan budidaya nila merah di Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Klaten suadah menyebar ke seluruh pelosok kota di Jawa Tengah dan Jakarta. Prospek perikanan yang baik ini menurut Pandu bisa leebih ditingkatkan, karena masih banyak lahan yang bisa digunakan apalagi wilayah Nganjat dan sekitarnya kaya akan air.
Bibit nila mulai dipisahkan untuk pembesaran
“Ini produk unggulan desa Nganjat. Kami berharap pada Ibu Hajah Sri Hartini Bupati Klaten nanti mau memberi perhatian lebih pada petani ikan di Klaten, Nganjat khusussnya, agar Niala Merah bisa menjadi komuditas unggulan dan brand bagi kota Klaten, selain dikenal sebagai kabupaten peyanaggaa paangan Nasional”, ujarnya.

Menurut Pandu, perikanan di wilayaha Nganjat dan sekitarnya sudah dimulai sejak tahun 1994. Bahkan saat itu wilayah kecamatan Polanharjo, khususnya nga njat dikenal sebagai daerah Mina Padi tingkat Nasional. Sehingga sampai sekarang warga menjadikan budi daya ikana tawar Ikan sebagai mata pencaharian utamanya.“Saat ini pendistribusiannya meliputi wilayahJakarta,  Gunung Kidul, Yogyakarta, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Solo dan juga di Klaten sendiri,” jelas Pandu.

Pandu mengungkapkan, pihaknya terus melakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan potensi perikanan tersebut. Dari 2007 pihaknya mengajukan bantuan dana alokasi khusus (DAK) bersumber dari APBN melalui dinas terkait, baik Dinas Perikanan Kabupaten maupun Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Melalui dana tersebut pengembangan potensi perikanan yang ada di Kelurahan Nganjat terus meningkat. Bahkan, sampai saat ini sudah ada ratusan kolam baik ukuran kecil maupun besar untuk budidaya nilai merah. Mulai dari pembibitan sampai pembesaran,”ujarnya.  
Bibit Nila merah siap dikirim ke Wonogiri dan Gunung Kidul
Budidaya ikan Nila Merah Nganjat pernah dikunjungi oleh Gubernur Jateng saat itu Bibit Waluyo. Dan Gubernur mencanangkan Desa Nganjat menjadi Desa Nila. Kemudian 2008,  kami kembali menerima kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad Al-Haddar. Dalam kunjungan itu mengusulkan Kelurahan Nganjat sebagai kawasan minapolitan.

Karena tidak bisa satu desa menjadi minapolitan, maka saat itu tim Bapeda Klaten bekerja sama dengan pemerintah desa dan dinas perikanan, menggabungkan sejumlah Kecamatan yang memiiki potensi sama , yakni Nganjat,  Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Tulung dan Kecamatan Karanganom menjadi satu klaster, sehingga terbentuklah sentra perikanan di Kabupaten Klaten,” Ujarnya.(ono/red).


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...