Muklis Baru Tahu Jika Akte Palsu,Setelah Ada Laporan Dari PAC Gerinda Manisrenggo

Persidangan Muklis di PN Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM - Sidang lanjutan kesaksian terdakwa politisi partai Gerindera Klaten Muhclis Feby Anggono, sebagai terdakwa kasus penyebaran akte palsu, dengan dakwaan pasal 263 KUHP di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Senin(22/2) kemarin, Muhclis tak ada keraguan dalam menjawab pertanyaan majelis hakim.

Di persidangan dia mengaku, ikhwal pembuatan akte gratis, soal pemberian uang transport kepada Ari adalah sukarela. Kata Muhclis, akte di buat membutuhkan waktu 1 minggu,   setiap tahapnya, tahapan pembuatan akte rata rata sekitar 10 sampai dengan 20 pemohon dan akhirnya sampai dengan Februari  2014 terkumpul pemohon akte sejumlah 446 pemohon.

“Tidak pernah mengecek akte secara detail, yang sudah selesai hanya ditaruh di lemari.  Maret rencana akte akan dibagikan, sekaligus akan meminta doa restu untuk pencalegan, namun sebelum itu terlaksana, pada saat di Jawa Timur mendapatkan kabar dari Bambang  (PAC partai Gerindra Manisrenggo) yang menginformasikan menemukan fotocopy akte palsu, akhirnya langsung pulang dan langsung menuju tempatnya Ari,  untuk menanyakan itu, bersama Bambang,” jelasnya kepada wartawan, Selasa(23/2).   

Dihadapan hakim Ketua, dia mengatakan, tidak terjadi titik temu karena Ari masih bersikukuh akte yang dibuat asli maka akhirnya diketemukan dengan Dulkhamid petugas dari dukcapil (dalam BAP ditugaskan khusus Dukcapil untuk mengecek dilapangan).

Di rumah Dulkhamid, Ari mengakui perbuatannya, saat itu Dulkhamid justru dimarahi  dan mengharap Ari berhenti atas perbuatannya. Dan Ari hanya diam saja, maka ada keyakinan yang benar adalah perkataan Bambang dan Dulkhamid.

“Dalam persidangan saya ingin ditemukan dengan saudara Ari dan Joko Wiyono selaku Kepala Dukcapil saat itu, biar semua jelas dan transpaaran siapa yang benar dan siapa yang salah tanpa ada sedikitpun yang ditutupi” tegas anggota Komisi III DPRD Klaten ini.  Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dian Herminasari, sempat berhenti beberapa menit, akibat listrik padam. Sidang lanjutan rencanannya akan digelar pada, Senin (29/2).(ono/tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...