Mengenal Lebih Dekat Sosok Hartini. Tak Kenal Lelah,Selalu Optimis dan Percaya Diri

Hajah Sri Hartini Bupati Klaten Priode tahun 2016-2021
Klaten Mattanews.com – Klaten telah memiliki pemimpin baru. 17 Februari 2016 Dua Srikandi Klaten telah dilantik Gubernur Jawa Teengah Ganjar Pranowo resmi sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat Dua Klaten. Sebuah prestasi luar biasa dimana Klaten telah mencetak sejarah Pemerintahan di Indonesia, karena baru pertama kalinya Bupati dan wakilnya dijabat perempuan. Hajah Sri Hartini – Hajah Sri Mulyani resmi dilantik sebagai Bupati Klaten untuk masa bakti priode tahun 2016 – 2021.

Tidak mudah bagi sosok Hartini tampil sebagai orang nomor satu di Klaten. Sangat berat  perjuangan Beliau untukk menuju kesana. Tak pernah ada kata lelah bagi beliau dalam menggapai asa tersebut. Tak ada istilah istirahat, langsung tancap gas. Yang ada hanya bekerja dan bekerja siang dan malam. Sejak mendapat rekomendasi tak pernah waktu istirahat bagi beliau. Hari hari diwarnai padatnya jadual kegiatan mulai pagi hingga malam hari. Dan semua dijalani dan dikerjakan dengan semangat dan rasa percaya diri yang luar biasa. Sejauh mana heroik beliau berjuang selama kampanye berikut laporan wartawan MATTANEWS Tegoeh Batavia yang 6 bulan mendampingi beliau.
Bupati bersama kedua putra dan cucunya
Tak kenal waktu, tak pernah lelah dan jarang tidur. Itulah kesan pertama yang dapat dirasakan saat pertama mendampingi beliau bersafari menyambangi warganya selama 6 bulan. Berangkat pagi pulang pagi adalah makanan sehari-hari yang kita jalani. Dibutuhkan stamina yang prima untuk mendampingi Srikandi dari teloyo ini. Buktinya 3 kali MATTANEWS harus istirahat mendampingi beliau karena sakit. Sementara Beliau tak pernah sekalipun mengeluh sakit apalagi kata capek.

Berangkat jam 06.00 pagi, kegiatan beliau disambung dengan jadual acara siang harinya. Praktis, sarapan dan makan siang sering dilakukan diwarung bahkan terkadang telat. Jika acara padat rombongan baru masuk rumah dinas wakil Bupati pukul 17.30 sore hari. Sementara dirumah puluhan tamu dan warga sudah antre menunggu beliau. Padahal pukul 19.00 dua hingga 3 undangan sudah menunggu dan harus dirawuhi beliau. Tak urung waktu sholat Maghrib sekaligus digunakan sebagai waktu istirahat sambil menemui tamu yang sejak sore hari sudah menunggu. Jam 19.30 kita harus sudah beragkat lagi, paling jelek kita pulang dan pukul 14.15 baru sampai rumah dinas.
Makan bersama di warung tanpa sungkan
Hanya ada waktu istirahat ketika beliau melakukan sholat Maghrib atau Is’ya. Setelah itu kita harus  berpacu dengan waktu pergi lagi menemui warga di beberapa tempat. Gelap malam dan hawa dingin serta hujan bukan rintangan bagi beliau untuk mendatangi warga dan pendukungnya. Mulai acara selapanan, pengukuhan relawan, pendirian posko, melayat hingga wayangan menjadi acara rutin yang harus didatangi satu persatu. Sehingga dalam semalam minimal 3 hingga 4 lokasi didatangi dengan lokasi mulai dari ujung Desa di Kemalang hingga di pelosok desa di wilayah Gantiwarno berbatasan dengan wilayah Gunung Kidul.

Pulang sampai rumah pukul 03.00 pagi adalah hal biasa dan itu terjadi selama 6 bulan. Yang membuat kagum dan semangat tim, tak pernah sekalipun beliau mengeluh sakit atau capek. walau baru baruberanjak tidur diatas jam 03.00 pagi, naamun Ibu Hartini selalu bangun pagi dalam kondisi fress,Jam 05.00 pagi untuk sholat shubuh. jam 7.00 pagi beliau sudah siap diruang keluarga siap berangkat. Sementara yang sering molor Jutru para pendamping, seperti ajudan, sopir atau pengikut lainnya.
Bupati saat senggang bersama tim pendamping setianya
Tidur didalam mobil dalam perjalanan adalah salah satu kesempatan beliua untuk istirahat sejenak hingga ampai lokasi dituju. Sementara makan diwarung bersama sopir dan rombongan hal biasa dilakukan ibu selama masa kampanye. Semangat beliau yang tak pernah surut dan pantang menyerah, justru memotifasi kita lebih semangat mendampingi beliau.

Satu hal yang begitu saya kagumi pada beliau adalah jiwa kepemimpinan beliu yang tidak pernah membeda - bedakan satu sama lain selama kita bersama. Sehingga kita yang hanya berstatus “bolo dupak” merasa di uwongke dan dihormati sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Kepada kitapun Beliaupun tidak malu dan mau belajar dan bertanya jika memang ada yang perlu ditanyakan. Maka kita sering diskusi dan mengevaluasi usai melakukan serangkaian kegiatan hingga larut malam.
Bupati tak pernah canggung untuk kerja keras
Jika ada sedikit waktu senggang dirumah istri almarhum Hariyanto Wibowo yang juga mantan Bupati Klaten ini digunakan untuk masak didapur menyiapkan makanan untuk mas Adi putra tercintanya. Hobi masaknya selalu menghasilkan menu masakan yan enak dan lezat, sehingga kita-kitapun sering makana bersama beliau, bahkan tak jarang kita berbagi makanan bersama. Bercengkrama, makan bakmi sebungkus dibagi bertiga, adalah hal biasa dilakukan beliau disaat santai dirumah.

Selain suka masak Bupati Klaten ini juga sosok yang “kikrik” dalam hal kebersihan. Jika sudah sampai masalah bersih-bersih, sering membuat para kru rumah tangga dan ajudan capek dibuatya. Walau hanya kecil dan sepele, namun jika tidak pas, Srikandi dari Teloyo ini tak akan berhenti “bernyanyi” hingga kotoran yang kecil dan sepele tersebut bersih. Tak segan segan beliau cancut tali wondo “nandangi” dewe ikut bersih-bersih karena gak puas dengan hasil kerja anak  buahnya.
Bupati Melayat warganya di desa Jiwo Wetan pukul 12.15 malam
Seakan tak ada batas antara sosok pemimpin dan anak buah. Satu peristiwa yang tak akan pernah terlupakan bagi MATTANEWS ialah ketika diminta ndereke beliau jajan bubur letok di Pedan, walau saat itu saya hanya memakai celana pendek dan sarungan saya tetap diajak satu mobil dengan Beliau. Itulah sekelumit cerita tentang keseharian beliau dari sejuta cerita yang kita dapatkan selama 6 bulan mendampingi Beliau.

Tak pernah ada istilah putus asa atau ragu. Semua dilakukan Beliau dengan penuh semangat dan optimisme. Itulah yang kita tangkap selama mendampingi beliau berjuang hingga akhir hari pencoblosan. Tak ada keraguan dan kecemasan dalam hati beliau. Yang ada hanya rasa percaya diri dan rasa optimis serata keyakinannya memenangkan Pilkada. Sehingga dalam gurauannya Beliau sering mengatakan pada para pendukung dan tim relawannya “kita tinggal menunggu pelantikan”. Ternyata optimisme, percaya diri dan kerja keras beliau terbayarkan. Pelantikan 17 Februari 2016 di lapangan Simpang Lima Semarang adalah buah manis dari perjuangan beliau selama ini. Selamat bekerja bu Hartini, kita semua menunggu janjimu.(advetorial)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...