KODIM Klaten Ikut Awasi Pupuk "Abal-Abal"

TNI Masuk Sawah ikut pantau Pupuk dilapangan.
KLATEN MATTANEWS.COM - Tak kurang dari 500 anggota TNI Kodim 0723/Klaten dan puluhan penyalur, pengecer pupuk bersubsidi ikuti sosialisasi pemupukan berimbang dalam mensukseskan upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, kedelai (UPSUS PAJALE) serta mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi 2016 di Pendopo Pemkab Klaten (24/2). 
Distributor, penyalur dan juga pengecer pupuk bersubsidi tersebut mengiginkan pupuk “abal-abal” yang selama ini beredar di kalangan petani di Klaten dapat dicegah. 

“Jangan sampai timbul masalah karena masih adanya pupuk yang belum jelas kandunganya beredar dikalangan petani. Akan kami awasi lebih ketat lagi,” ujar Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Bayu Jagat.

Terkait hal itu, Kepala Dispertan Klaten, Wahyu Prasetyo mengaku, penggunaan pupuk bersubsidi harus memenuhi 4 kriteria agar efektif dan efisien yakni tepat dosis,  tepat waktu, tepat cara sesuai tanaman mengambil tanaman dan tepat jenis sesuai kebutuhan tanaman. "Penyediaan pupuk bersubsidi membantu ketersediaan pupuk bagi petani, sehingga perlu pengawasan ketentuan yang mengaturnya," kata dia. 

Alokasi pupuk bersubsiidi di Klaten 2016 Urea 27.000 ton (HET Rp.1.800), ZA 10.460 Ton (HET Rp.1.400), SP.36 sebanyak 2.100 Ton (HET Rp.2.000), NPK 13.130 ton (HET Rp.2.300) dan Pupuk Organik 4.840 ton (HET Rp. 500) (ono). 

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...