Kota Klaten "Terendam". Hujan Sepanjang Hari, Perekonomian Lumpuh.

Kondisi dijalan Pemuda Tengah Klaten saat hujan
KLATEN MATTANEWS -  Hujan deras yang terjadi sejak pukul 13.00 Selasa (2/2) hingga malam hari telah membuat sebagian wilayah Klaten dilanada banjir. Puluhan perkampungan di wilayah perkotaan tergenang air setinggi 15 hingga 100 centimeter. Semetara di pedesaan banyak sawah dan desa teredam banjir. 

Hasil pantauan dilapangan Sekitar pukul 15.35 WIB hingga Pukul 18.35 WIB masih banyak wilayaha perkotaan terendam air. Desa Srago, Nggrumbul, Bareng, Blateran Tonggalan jalan dan perkampungannya terendam air. Jalan jalan disekitar Monumen Sangkal putung, ring road selatan serta beberapa ruas jalan pemuda tergenang air setinggi 25 hingga 50 centimeter. Akibatnya banyak kendaraan mogok karena terjebak banjir.

Jika dilihat dari kondisi yang ada, banjir terjadi karena banyaknya saluraan air di Klaten yang tidak berungsi. Banyak saluran air di Klaten yag berubah fungsi menjafi bak sampah. Hal inilah yang akhirnya membuat got mampet dan air mbludak tumpah ke jalana jalan.

Seperti di Jalan Mayor Kusmanto, Klaten Utara sebagian orang memilih menunggu surutnya air. Genangan air ditempat ini mencapai 30 sentimeter hingga 35 sentimeter. Sedangkan diwilayah Pasar Srago dan Jalan Pemuda genangan air mencapai 25 sentimeter hingga 30 sentimeter.  Sementara diwilayah Karanganom Mudal genangan air mencapai 30 sentimeter hingga 40 sentimeter.
Rumah dan halaman dipedasaanpun penuh air

Banjir yang hampir menggenangi seluruh wilayah kota Klaten praktis membuat banyak warga terperangkap banjir. Perjalanan mereka terganggu dan terpaksa harus menunggu hingga air surut. Seperti dialami Supriyanto warga, Desa Candirejo, Ngawen, Klaten, yang mengaku memilih menunggu air surut dan pulang terlambat dari pada menangggung resiko.

“Mending nunggu hujan reda dan air surut mas. Dalam kondisi seperti ini rawan kecelakaan, Kita tak tahu apakah jalan yang kita liwati berlobang atau tidak, karena tertutup air dan arus deras”, ujarnya.      
Sawah penduduk menjai sungai karena luapan air bah
Sementara dari laporan reporter MATTANEWS di beberapa daerah mengabarkan banjir juga menggenangi persawahan penduduk di wilayah Gantiwarno, Bayat, Trucuk dan kalikotes. Hal sama juga terjadi di wilayah Kecamatan Karangdowo dan cawas. 

Hujan yang mengguyur kota Klaten sepanjang hari praktis membuat kegiatana perekonmian di Klaten terjent beberapa saat. Nyaris tak ada kegiatan dilakaukan warga. beberapa warung lesehan dan pelaku bisnis yang biasa berjualan di pinggir jalan dan seputaran alon-alon Klaten tampak sepi. Mereka terpaksa tidak menggelar dagangan karena tempatnya tergenang air. Hujan seharaian membuat warga malas keluar rumah karena banjir. (ono/red)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...