Kepala Dukcapil Klaten Tuntun Penyandang Difabel Cari KTP

Kepala Dukcapil saat bantu penderita difabel turun dari motor

 KLATEN MATTANEWS.COM – Sikap terpuji dan patut menjadi contoh bagi para piminan SKPD lainnya ditunjukkan Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Klaten (Dukcapil) saat menerima dua orang penyandang difabel yang akan mencari surat akte kelahiran. Dengan cekatan dan penuh tanggap dua penyandang difabel dihampiri dan dituntun menuju ruang pelayanan kantor Dukcapil yang memang masih belum ramah bagi difabel.


Aksi spontanitas kepala Dukcapil Klaten ini cukup membuat kagrt para pengunjung lain dan staf Dukcapil, karena mereka tidak mengira kepala Dukcapil mau turun langsung menyapa dan membantu warga yang akan mencari surat surat.

Kepala Dukcapil Klaten Widya Sutrisna saat ditemui mengakaui kantorya memang belum ramah bagi penyandang difabel. Belum ada satupun fasilitas untuk kaum difabel. Untuk itu dirinya akan segara mengajukan permohonan pada Bupati agar kantor layanan publik yang dipimpinnya segera dilengkapi sarana yang pelayanan yang lebih baik lagi, teutama bagi para difabel, sehingga para pencari surat-surat semakin nyaman dalam menunggu antrean.

“Kita akui kantor ini belum ramah difabel. Namun demikian kita sudah mengusulkan adanya perbaikan fasilitas pelayanan, khususnya bagi para penyandang difabel, sehingga para pencari surat surat bisa nyaman dan tertib. Secepatnya kita mengadap Bupati”, ujarnya.

Lebih lanjut Widya menegaskan selama ini SKPD yang dipimpinnya juga sudah memiliki program jemput bola ke rumah warga disabilitas. Hal itu dapat terlaksana jika ada permintaan dari pemerintah desa (Pemdes). “Kita mobile menggunakan bus keliling setiap hari Selasa dan Kamis. Kami siap mendatangi ke rumah, tapi ya itu tadi, sesuai permintaan (Pemdes). Bahkan kemarin di Desa Kemudo, Prambanan ada satu orang, ya juga kita layani,” tambah Widya.

Sebelumnya dua penyandang disabilitas Klaten bernama Suranto (37) dan Sukarman (42) mengeluhkan bangunan kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klaten yang tidak ramah difabel. Keluhan terjadi saat warga Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom tersebut mengambil KTP elektronik (e-KTP), Jumat (19/2) siang.

“Kami sudah dua kali datang ke sini dan ternyata jalan akses masuk ruang rekam sangat sempit dan ini sangat menyulitkan,” kata Suranto.untung saja ada empat warga yang sedang antri mau membantu mengangkat naik kursi roda saya ini. Dan setelah pengambilan e-KTP,dibantu Kepala Disdukcapil bersama dua stafnya,” ujar Suranto (rocky)



Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...