Ken Dedes Dari Tumapel Muncul Di SD Kristen 3 Klaten. Dendam Kesumat Bukan Penyelesaian.

Adegan Ken Umang  yang diperankan oleh Titah
KLATEN MATTANEWS.COM – Kembali satu Mahakarya dibidang seni ditampilkan anak anak SD dan SMP Kristen Klaten Jawa Tengah yang berpusat di Jalan Seruni, Tonggalan Klaten. Dengan apik dan tangkas sekitar 250 siswa beserta guru pengasuh terlibat dalam pementasan ketoprak massal dengan lakon KEN DEDES Putri Nareswari.

Walau Hujan mengguyur kota Klaten sejak pukuk 16.00 sore hari namun pertunjukan yang digelar di aula SD Kristen III ini dipenuhi penonton. Sekitar seribu penonton tak beranjak dari tempat duduknya. Pagelaran yang dimulai pukul 17.00 berakhir tepat pada pukul 20.10. Umumnya penonton sangat puas dan kagum atas penampilan siswa SD.SMP Kristen yang mampu memainkan perannya secara profesional.
Para dayang dan emban
Cerita Ken Dedes sendiri diambil karena mengandung pesan moral yang baik dan wajib dipahami oleh anak sejak dini dan kita semua. Menuruti amarah, kebencian serta  demdam kesumat ternyata bukan sebuah penyelesaian yang baik. Menuruti rasa dendam justru akan menimbulkan dan menumbuhkan rasa dendam serta kebencian yang takkan ada habisnya. Dan semuanya hanya akan bermuara pada kehancuran.  

Berlatang belakang pada perebutan kekuasaan di Kadipaten Tumapel yang masuk wilayah kerajaan Singosari. Saat itu dengan berbekal keris yang dikenal punya kesaktian luar biasa Ken Arok berhasil membunuh sang Tumenggung Tunggul Ametung. Namun pembunuhan tersebut ternyata tidak  berheti sampai disitu. Keris yang dipesan pada seorang pande besi bernama Empu Gandring terus mencari mangsa sehingga seluruh keturunan Ken Arok tewas dengan keris tersebut. Tragedi ini tak lepas dari kutukan sang Empu saat akan menemui ajal ketika ditikam oleh Ken Arok. Sementara Ken Arok yang memperistri Ken Dedes sebagai permaesuri,akhirnya harus tewas di tangan pangeran Anusopati yang tak lain anak tirinya sendiri.
Krawitan dan sinden SD Kristen III Klaten
Sebagai sutradara dan legenda Ketoprak Nasional Bondan Nusantara yang memoleh anak anak SD ini, mampu meracik cerita yang berlatar belakang perebatan kekuasan di Tumapel Singosari ini untuk dimainkan dengan apik oleh anak-anak. Peran demi peran mampu diperagakan dengan baik oleh anak anak dengan penjiwaan yang luar biasa.Termasuk para pesinden dan kerawitan pengiring yang semuanya juga dimainkan oleh siswa ,SD,SMP Kristen III Klaten ini,

Kemampuan akting luar biasa anak anak SD Kristen III yang profesional ini semakin tampak pada adegan dialog, dimana mereka mampu berbicara lepas dengan intnosi nada dan bahasa yang pas. Penonton seakan diajak mengenaang kembali ke era tahun 70an dimana group ketoprak Siswo Budoyo dengan “gedung Tobongnya” yang terbuat dari rapak (daun tebu kering) menggelar pentas di Alon- alon Klaten.
Salah satu adegan dimainkan salah satu siswa SMP Kristen
Namun semua sukses yang terjadi di SD Kristen III ini tak bisa lepas dari sosok pendiam, sederhana dan bersahaja Edy Ho-Ho Sulistyanto Owner Amigo Group yang juga bapak Ketoprak Klaten. Dari beliaulah semua kerativitas dan prestasi anak anak dapat berkembang sukses hingga sekarang. Peran Beliau merupakan kunci sukses prestasi yang telah anak-anak selama ini. Mulai dari bidang pendidikan, seni dan budaya.
Aula SD Kristen full penonton
“Apa yang kita lakukan hanya sebagian kecil yang daapat saya kerjakan untuk Klaten. Melestarikan budaya jawa sebagai peninggalan leluhur adalah tanggung jawab yang wajib kita lakukan. Karena jika bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya para leluhur. Apakah kita rela budaya Jawa hilang dari peradaban berganti budaya luar yang tidak mencerminkan jati diri kita sebagai orang Indonesia”, ujar Edy saat menerima MATTANEWS di kediamannya jalan Pemuda Tengah Klaten.
Edy Sulistyanto alias Djie Liong Houw alias Ho-Ho Bapak ketoprak Klaten.
Kecintaan dan pehatian pemilik Amigo Group terhadap kesenian serta budaya Jawa memang sudah tidak perlu disangsikan lagi. Terlalu banyak prestasi Nasional telah diraih oleh anak-anak ,SD,SMP Kristen Klaten dibidang seni dan budaya. Prestasi tersebut juga diimbangi dengan prestasi para karyawan Amigo Group yang berkali kali sukses menggelar ketoprak Massal. Maka Tak berlebihan jika pemilik nama asli Djie Liong Houw dari 8 bersaudara ini menyandang predikat Bapak KETOPRAK Klaten.(tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...