Issu Ijasah Palsu. Golek-Golek Mbok Menowo Nyandung. Andi: Nongol kalau Berani.

Hajah Sri Hartini Bupati Klaten terpilih priode tahun 2016 - 2021
KLATEN MATTANEWS.COM – Beberapa hari lalu masyarakat Klaten sempat dibuat heran dengan munculnya berita ijasah palsu yang dimiliki oleh Bupati Klaten terpilih tahun 2016 Hajah Sri Hartini yang berpasangan dengan Hajah Sri Mulyani. Warga Klaten tidak kaget namun justru bertanya-tanya ada  apa dibalik munculnya berita tersebut. Sehingga kini yang muncul dibenak rakyat Klaten siapa yang bermain. Mengapa Polres Klaten memunculkan sekarang, setelah pergantian Kapolres. Ada apa dibalik surak kaleng ini.

Beberapa hari lalu issu penggunaan ijasah palsu milik Bupati terpilih Klaten memang sempat muncul. Namun issu yang sengaja dilempar oknum - oknum yang ingin mencari keuntungan tidak mendapat respon. Hal ini dapat dimaklumi karena kasus seperti ini sudah kali ketiga dialami Hajah Sri Hartini. Sehingga sangat janggal jika sekarang dimunculkan. Karena kalau memang valid hal ini sudah muncul sejak awal kampanye atau sebelum penetapan oleh KPU. Hal inilah yang membuat warga Klaten tak menggubris dan tidak ingin dijadikan alat oleh mereka.
Andi Purnama SH Ketua Komisi IV DPRD Klaten
Andi Purnama SH, putra Bupati Klaten terpilih yang juga ketua komisi IV DPRD Klaten dengan santai menangggapi issu murahan tersebut. Menurut Andi semua yang dituduhkan tidak benar dan tidak berdasar sama sekali, sehingga keluarga tidak akan pernah menanggapi. Semua ijasah yang dimiliki ibunya syah dan bisa dicek dan dilihat kapan saja.

Hanya saja lanjut Andi, munculnya berita itu sangat merugikan nama baik dan citra keluarganya. Kerugian tidak dalam bentuk matrial namun secara in matrial, nama baik keluarga dan moralitas merasa tercoreng. Untuk itu dirinya minta pada oknum pembuat surat untuk bersikap gentlemen, mau menampakkan wajah tidak hanya sembunyi dikolong tempat tidur.

“Secara materi kita tidak dirugikan, dan kita tidak pernah akan menangapi, karena kejadian ini sudah kali ketiga dialami.Namun secara in meteri, nama baik dan citra keluarga sangat merugikan. Maka jika benar pembuat surat seorang pejantan, silahkan ujuk muka, tampil berhadapan langsung dengan saya”, ujarnya.

Sementara itu beberapa tokoh politik dari beberapa partai pendukung justru bertanya tanya pada pihak Polres Klaten mengapa begitu cepatnya merespon surat bodong atau surat kaleng. Sebuah reaksi super cepat untuk sebuah lapoan surat bodong. Karena hanya perlu beberapa hari, aparat sudah melakukan cros cek lapangan. Dan ini dilakukan setelah pergantian Kapolres. Sehingga kebijakan yang diambil Kasat serse Polres Klaten cukup mengundang pertanyaan publik ada apa dibalik ini.
Keluarga Sri Hartini sat bersama Ibu Megawati (Presiden RI)
“Lho namanya surat bodong kok ditanggapi dan langsung dengan cepat tim diterjunkan. Padahal banyak laporan resmi yang tidak direspon secepat itu. Bahkan menurut salah satu LSM ada laporan penganiayaan resmi sudah 1 tahun lebih tidak ditanggapi. Ini khan aneh, Yang resmi dicuekin yang bodong malah ditanggapi”, ujarnya.

Sementara itu Bupati Klaten terpilih hajah Sri Hartini enggan menanggapi berita tersebut, saat ini dirinya lebih fokus pada kesiapannya membangun Klaten untuk kesejahteraan rakyatnya. “Rasah dipikir mas bola-bali mung berita koyo ngono, dinengke wae ko rak yo meneng dewe”, ujarnya.

Sementara beberapa tokoh masyarakat menilai munculnya berita tersebut hanya akan dijadikan alat oleh pihak dan oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi.
”Kalau ini tendensinya sudah bukan politik, tapi uang. Kalau latar belakang politik pasti digulirkan saat kampanye atau sebelum penetapan KPU. Tapi  kalau baru dimunculkan sekarang, berarti arahnya Hartini akan dijadikan ATM bagi mereka”,ujarnya. (tev
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...