Harga Naik, Pembeli Sapi Berkurang.

Suasana pasar sapi Prambanan Klaten Sepi.
KLATEN MATTANEWS.COM - Pedagang sapi di Pasar Prambanan Klaten mulai mengelukan sulitnya menjual sapi bawaannya. Minimnya daya beli sapi tersebut para pedagang sapi memilih untuk mengurangi bawaannya.Seorang padagang sapi asal Manisrenggo, Klaten, Yano(48) mengaku memasuki 2016 ini jual beli sapi di Pasar Prambanan dan pasar sapi lainnya mengalami penurunan.  Penurunan jual beli sapi ini tentunya berimbas pada harga daging di pasaran.

Petugas Teknis Dinas Peternakan Kecamatan Prambanan, Margito mengatakan, seiring dengan kenaikan harga daging sapi, populasi sapi yang masuk di Pasar Hewan Prambanan mengalami penurunan hingga 10 persen. "Jumlah sapi yang masuk di pasar ini pada pasaran legi turun menjadi 200 ekor dari jumlah biasanya 250 ekor. Sedangkan pada pasaran pon dari biasanya berjumlah 350 ekor turun menjadi 300 ekor.  Turun 50 ekor pada setiap pasaran," kata Margito kepada wartawan, Senin (08/02) pagi.

"Para pedagang mengelu, akhir-akhir ini sapi mereka tidak laku, sehingga timbul keengganan untuk membawa sapi ke pasar. Akibatnya jumlah sapi yang masuk ke pasar menurun," jelasnya.
Kendati demikian, kata dia, kenaikan harga sapi juga mempengaruhi turunnya transaksi jual-beli. Sehingga pedagang memilih untuk tidak membawa sapi ke pasar.

"Jumlah pedagang mencapai ratusan orang dari berbagai wilayah mulai dari Klaten, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul dan Bantul. Sedangkan jagalnya berasal dari Sleman, Bantul, Klaten, Boyolali," kata dia. Disisi lain, harga sapi mengalami naik dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 1,5 juta per ekornya. Kenaikan harga sapi ini menyebabkan daya beli masyarakat tidak maksimal. (ono).

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...