Guru PAUD Penerima Dana Kwalifikasi Diancam. Buntut Potongan Dana 10%.

Sudirno Sekretaris Dinas Pendidikan Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM – Sedikitnya 15 Guru Paud di Klaten penerima dana kwalifikasi untuk melanjutkan pendidikaan S1, kini terancam nasibnya. Mereka takut dipecat dan terancam kariernya.  Gara-gara berita pemotongan muncul di media online dan berujung pada pengembalian uang potongan, mereka dipanggil dan diminta menghadap ke kantor dinas Pendidikan, karena dianggap telah menggagalkan tradisi “sunatan”.

Beberapa guru PAUD menjelaskan pada saat petugas mengembalikan dana potongan ada beberapa oknum guru PAUD yang mengatakan akan memberi sangsi pada mereka yang melaporkan tindakan pemotongan. Karena apa yang dilakukan hal biasa dan untuk kepentingan “orang Dinas”. “ Awas saya akan laporkan dan beri sangsi pada guru yang telah membat masalah ini sampai di media”, ujar salah satu guru menirukan ancaman salah satu pengurus PAUD di Klaten.

Beberapa waktu lalu sekitar 15 guru PAUD berhak mendapat dana kwalifikasi dari kementrian Pendidikan sebesar Rp 3 juta/guru. Uang guna menunjang peningkatan pendidikan ke S1 itu didapat langsung atas semangat guru yang besangkutan langsung melalui portal online kementrian Pendidikan.
Namun dalam proses penerimaan, mereka tidak bisa menerima utuh. Para pengurus Himpaudi Klaten yang bertugas meminta agar para penerima uang kwalifikasi menyerahkan dana 10 persen dari yang mereka terima dengan dalih untuk keperluan “orang Dinas”. Hal inilah yang akhirnya membuat para penerima dana kwalifikasi marah dan tidak terima.

“Guru PAUD itu hanya perjuangan mas. Gaji kita sebulan hanya Rp 75 ribu. Kalau sekarang dapat bantuan untuk melanjutkan kuliah, kok tega-teganya harus dipotong sepuluh persen untuk orang dinas. Mbok punya rasa kasihan sedikit dan menghargai perjuangan guru PAUD yang bekerja tanpa pamrih”, ujar salah satu guu PAUD.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sudirno dengan tegas mengatakan tidak ada orang dinas yang meminta dan memotong uang bantuan bagi guru PAUD. Dirinya justru meminta agar guru PAUD tersebut melaporkan dirinya dan mau mengatakan siapa oknum pengurus HIMPAUDI yang meminta dan mengatas namakan untuk keperluan orang Dinas.

“Tidak ada perintah dan kebijakan seperti itu. Bagi para guru penerima dana kwalifikasi tak perlu takut. Silahkan mereka yang merasa terancam datang ke kantor dinas. Saya jusru pingin tahu siapa yang suka main potong dengan mengatas namakan orang dinas. Da siapa yang bermain dibalik ini”, tegasnya. (tev).
Share on Google Plus

Salam mattanews com

1 komentar:

  1. Semoga Tuhan YME membukakan pintu kebaikan bagi semua pihak yang terkait, sehingga tercipta suasana sejuk bagi semua pihak, amin

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...