DPRD Indragiri Hilir Belajar ASI Eklusife ke RSUD Bagas Waras Klaten.

Kunjungan DPRD Indragiri Hilir di RSUD Bagas Waras Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM
- Dinas Kesehatan RSUD Bagas Waras Klaten menerima Rombongan Kunker (kunjung kerja) DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.Dalam rangka belajar mengenai keberhasilan Klaten,dalam pembuatan dan penerapan Perda IMD, ASI Eksklusif dan Desa Siaga Aktif. Kamis (6/2).

Rombongan di terima di Aula RSUD Bagas Waras dan langsung mendapat paparan tentang pembuatan Perda IMD, ASI Eksklusif dan Desa Siaga Aktif serta implementasinya di masyarakat. kuker DPRD Indragiri Hilir  dalam rangka pembelajaran secara langsung tentang Peraturan Daerah (Perda) Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dan Desa Siaga Aktif.

“Klaten merupakan salah satu daerah terbaik dalam pelaksanaan Perda Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dan Desa Siaga Aktif, untuk itu kami datang ke Klaten sebagai tempat acauan dalam pembuatan perda yang akan kami rancang” ujar Gusti Deseriansah, anggota DPRD Indragiri Hilir dari Fraksi Hanura.
Anggota DPRD Indragiri hilir saat wawancara dengan reporter MATTA
Secara SDM demografis lanjut Gusti, antara Klaten dan Indragiri Hilir sangat berbeda, kesadaran masyarakat Klaten akan pentingnya ASI bagi balita sangat mendukung program pemerintah daerah yang di tetapkan dalam Perda. Dan harapannya, masyarakat di daerahnya ikut berperan aktif seperti masyarakat Klaten.

Menurut Gusti Deseriansah, Keterpilihan Klaten oleh rombongan DPRD Indragiri Hilir sebagai tujuan kunjungan kerja merupakan rekomendasi dari Kementrian kesehatan RI, dengan pertimbanganatas berbagai penghargaan yang pernah di terima oleh Kabupaten Klaten baik dari Kementrian Kesehatan RI dan UNICEF.sebagai penggerak ASI Eksklusif terbaik di Indonesia. Pemkab Klaten di nilai mampu melakukan inovasi danmengerakan masyarakat hingga hingga tercapai prestasi tersebut.
Direktur RSUD dr Limawan M.Kes paling ujung.
Sementara itu Direktur RSUD Bagas Waras Klaten dr Limawan Budiwibowo K.Kes menjelaskan rumaha sakitnya terus melakukan gerakan serta penyuluhan terkait masalah ASI eklusif. Seluruh tenaga medis yang ada sangat berperan aktif dalam suksesnya program tersebut. Salah satu langkah yang diambil ialah menyediakan rawat inap anak terpadu, dimana ibu melahirkan akan langsung disandingkan dengan bayinya. Sehingga sejak dini anak sudah terbiasa dengan ASI.

“Kita menyediakan kamar rawat terpadu bagi ibu melahikan dengan tujuan begitu bayi lahir langsung mendapat ASI dari ibunya. Tidak ada yang bisa menggantikan peran ASI bagi anak. Maka sejak lahir bayi harus mendapat ASI tanpa terkecuali”, ujarnya. (hilda)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...