Buntut Bentrok Rusunawa, Ormas dan Warga Saling Lapor.

Pasukan Dalmas Polres Klaten masih berjaga di komplek Rusunawa
KLATEN MATTANEWS.COM - Pasca bentrok kedua di lingkungan taman lampion kompleks Rusunawa Klaten, Desa Bareng lor, Klaten Utara, sebanyak 10 orang di mintai keterangan Sat reskrim Polres Klaten terkait kasus tersebut. Dalam kasus ini Ormas dan warga Rusunawa saling melapor. Sehingga saat ini belum bisa ditetapkan siapa pelaku dan siapa korban.

“Sudah sekitar 10 orang yang kami mintai keterangan,” jelas Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Farial Mandalanta Ginting mewakili Kapolres AKBP Faizal, Rabu (10/2).

Dikatakannya, sejak kasus pengeroyokan dilaporkan hari Senin (8/2) secara resmi, penyidik sebenarnya sudah bergerak meminta keterangan beberapa orang. Termasuk keterangan dari saksi pelapor dari unsur Ormas gabungan yang menjadi korban. Namun karena kemudian berbuntut bentrokan, kedua pihak akhirnya diperiksa penyidik. Sebab dari kejadian itu terjadi aksi saling lapor dari Ormas gabungan maupun warga Rusunawa.
Suasana rusun dimalam hari mencekam.
Sedangkan pada Rabu (10/2) pagi Polres Klaten kembali memeriksa kedua belah pihak . Namun pemeriksaan di lakukan secara terpisah, Hal ini di lakukan untuk menghindari aksi kekerasan lanjutan. Lima orang dari pihak ormas dimintai keterangan di Polres Klaten sejak pukul 09.00. sedangkan dari warga Rusunawa di mintai keterangan di Mapolsek Kota.

Hal ini di lakukan untuk menghindari aksi kekerasan lanjutan. Ketua Lajnah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten, Bony Azwar mengatakan dirinya dan beberapa anggora Ormas diperiksa sebagai saksi di Mapolres Klaten.

Terkait dengan kejadian betrok beberapa hari yang lalu, kondisi kompleks Rusunawa kembali normal, warga yang tinggal di lingkungan Rusunawa kembali melakukan aktivitasl seperti biasa walaupaun masih dalam pengamanan pihak Kepolisian.(red)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...