BKD Klaten Tidak Tahu Menahu Tentang Rekrutmen 10 PNS Ber NIP Bodong.

Kepala BKD Pemkab Klaten Edy Hartanto SH.
KLATEN MATTANEWS.COM – Belum usai masalah K2 di Klaten yang hingga kini masih menjadi polemik, kini masyarakat Klaten, Jawa Tengah kembali dikejutkan dengan munculnya 10 orang yang tertipu rekrutmen PNS abal-abal. Mereka telah memiliki NIP (Nomor Induk Pegawai) namun ternyata palsu. Kepala Badan kepegawaian Daerah pemkab Klaten Edy Hartanto menegaskan, dalam kasus tersebut tidak ada satupun stafnya yang terlibat. Sehingga semua penanganan tanggung jawab Polisi.

“ Semua yang terjadi terhadap 10 korban PNS abal abal, adalah murni penipuan yang dilakukan mafia PNS dengan cara memperdaya korbannya dengan iming-iming dan modus bisa menjadi PNS dengan cara membayar sejumlah uang. Dalam hal ini BKD Pemkab Klaten tidak terlibat dan tidak tahu menahu, karena memang hingga saat ini belum ada rekrutmen PNS”, tegas Edy saat ditemui wartawan diruang kerjanya Rabu (10/2).

Seperti dijelaskan Kepala Bidang Umum (Kabid) Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Klaten, Dhody ada 10 warga Klaten yang menjadi korban sindikat rekruten PNS abal-abal. Dengan iming-iming stor uang pelicin Rp 60 juta hingga Rp 120 juta, mereka dijanjikan dapat diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Korban percaya karena setelah Menunggu beberapa lama mereka mendapat surat dari “BKN” (Badan kepegawaian Nasional) tentang pengangkatannya serta tempat penempatannya.
Pelantikan moment seperi inilah yang mereka harap dan tunggu
Kasus ini baru terbongkar setelah beberapa waktu lalu 10 korban calon PNS mendatangi bagian kepegawaian Klaten guna menanyakan nasib penempatan mereka. Saat itu mereka masih merasa yakin benar-benar diterima sebagai PNS karena merasa telah membawa surat persetujuan dari BKN pusat. Namun setelah dicek ternyata semua yang tertera dalam surat tersebut palsu. Mulai dari kop surat, stempel hingga tanda tangan pejabatnya.

Menurut Dhody para korban umumnya dimintai uang sebesar Rp 100 juta/orang. Mereka mulai sangsi karena setelah melakukan pengecekan NIP yang mereka miliki telah dipakai oleh PNS di wilayah Aceh dan Garut jawa Barat. Kecurigaan semakin kuat, setelah para korban mendatangi BKD Pemkab Klaten dan mendapatkan penjelasan. “ Mereka murni korban penipuan sindikat rekrutmen PNS”, ujar Dhody.   

Sementara hasil investigasi lapangan terungkap mafia rekrutmen ini memang sudah lama  begerak. Mereka selalu menggunakan momen penerimaan CPNS dalam melakukan aksinya. Ada dua versi yang sering mereka lakukan yakni sistim tebar jala, siapa tahu nyangkut atau dengan cara memalsukan semua dokumen. Cara terakhir ini biasanya dilakukan jika pelaku sudah kehabisan akal, padahal uang ratusan juta sudah terlanjur habis.(tev)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...