Welas Mantan Guru Yang alih Profesi sebagai Pengerajin Anyaman Plastik.

Welas di usianya yang senja masih tetap semangat berkarya
KLATEN
MATTANEWS.COM -Jari-jemarinya terampil menganyam kerajinan dari plastik sisa pabrik di teras rumah. Itulah yang dilakukan oleh Welas Sumaryadi (79), warga Dukuh Duwetan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Klaten yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha kerajinan anyaman. Welas pensiunan guru SD ini mengaku belajar menganyam secara otodidak. Tahun 2001 diri mulai menggeluti kerajinan anyaman berbahan baku bambu.

Karena harga bambu mulai mahal, Welas memilih mencari bahan anyaman berbahan limbah pabrik yang diolah menjadi tali-tali anyaman.  “ Saya membuat bronjong, tas belanja, tikar, krei dan tenggok. Bahan itu kami peroleh dari sisa pabrik di Pedan. Dan itu berjalan hingga sekarang” ujarnnya saat ditemui dikediamannya.

Faktor usia, Welas lebih memilih mengeluti anyaman saja.  "Saya sudah tidak sanggup kalau harus menebang bambu seperti dulu. Ketika beralih ke bahan baku plastik, peminatnya juga banyak. Selain itu proses pengerjaannya juga lebih cepat karena bisa langsung dianyam. Kalau bambu kan harus diproses dulu menjadi bagian-bagian tipis," terangnya.

Lanjut dia, harga bahan baku berupa plastik sisa pabrik tergolong murah, yaitu Rp 4 ribu perkilonya.  Setelah menjadi barang jadi, harga setiap produknya bervariasi. Untuk tas belanja dihargai Rp 25 ribu per-item, tenggok Rp 30 ribu per-item, bronjong Rp 100 ribu per-item. Sedangkan untuk tikar permeternya dihargai Rp 50 ribu. 

"Dari semua kerajinan anyaman, saya kerjakan sendiri. Proses pengerjaan paling lama adalah tikar. Untuk penyelesaian tikar berukuran 3 meter butuh waktu 3 hari. Produk tas paling banyak peminatnya," ujar Welas.

Modal awal yang dikeluarkan Rp 200 ribu. Modal ini untuk membeli bahan baku plastik sebanyak 50 kilogram. Kerajinan anyaman plastik dititipkan di sejumlah toko maupun di pasar di Klaten.
" Saat ini saya hanyaa menerima pesanan dari bahan baku plastik”, jelasnya. (ono).


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...