Petugas KUA Harus Bersih Dan Iklas. Laporkan Jika Menerima Gratifikasi

Rakornas APRI  di Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM - Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) nyatakan komitmennya dalam melawan gratifikasi. Hal itu disampaikan, Ketua APRI Pusat H Wage Muin dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) APRI di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, Sabtu (16/1) pagi.Wage Muin mengatakan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai sentra pelayanan masyarakat Islam harus bersih dan ikhlas dan melayani. Hal ini sudah disepakati bersama dalam wujud penandatanganan pakta integritas.

"Apabila ditemukan penghulu melakukan bargaining dan menerima gratifikasi, maka akan dilaporkan ke Kementerian Agama Pusat," jelasnya.

Pihaknya, tidak menampik  bila ada aduan dari masyarakat terkait salah satu KUA di wilayah Jawa Timur (Jatim) yang menerima gratifikasi.  Atas aduan tersebut, APRI menindaklanjuti dengan melakukan investigasi di KUA yang bersangkutan. KUA tersebut langsung mendapat pembinaan dari Inspektorat Jendral Kementerian Agama Pusat,” terang dia.  

Dirinya mengimbau kepada seluruh penghulu yang ada di Indonesia untuk mensyukuri rejeki dari Alloh berupa tunjangan kinerja, jasa profesi, dan transportasi.
"Jangan menerima gratifikasi, syukuri rejeki yang telah diberikan Alloh dan laksanakan integritas KUA," katanya.

Dalam Rakornas yang dihadiri 200 peserta dari penghulu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DIY dan Madura itu juga dilakukan pelantikan pengurus cabang Klaten, Cilacap, Banyumas periode 2015-2018 oleh Ketua APRI Pusat H Wage Muin.

Hadir dalam acara tersebut Ketua APRI Jawa Tengah H Muh Wazir, Kepala Kemenag Klaten H Mustari dan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Kemenag Klaten H Anif Solikhin.  (ono). 



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...