Petani Kecewa. Merasa Di anak Tirikan. Penjualan Pupuk Utamakan Kelompok.

Petani Klaten "tercekik" Pupuk
KLATEN MATTANEWS.COM - Sejumlah petani di Desa Kemiri, Kecamatan Tulung, Klaten mengeluhkan sejumlah penjual pupuk diwilayahnya.  Pasalnya, sejumlah penjual pupuk  di Tulung tersebut lebih mengutamakan penjualan terhadap kelompok petani. 

 Salah seorang petani di Kemiri, Tulung, Yatno(55) mengaku kesulitan mencari pupuk jenis urea dan ZA di penjual pupuk resmi di di Tulung.  "Saya mendatangi dua Toko Parto Tani dan Sehati Tani di Keden, Tulung Jalan Klaten-Boyolali kedua penjual pupuk tersebut bilang pupuknya buat kelompok tani," kata dia, Senin(11/1).  

Padahal di dua penjual  stock ZA dan urea cukup banyak. Mereka beralasan pupuk tersebut diperentukan kelompok tani.  "Lho mba? Ini kan pupuk masih ada kok bilang habis? Apa yang membutuhkan pupuk hanya petani kelompok saja," kata dia.  Terkait pupuk yang hanya mementingkan kelompok tersebut, dirinya langsung menginformasikan kepada petani yang lainnya.   

 "Kalau aturannya seperti ini, saya bersama petani lainnya berencana mengelar unjuk rasa. Kalau perlu kelompok tersebut dibubarkan saja, sebab, yang membutuhkan pupuk tidak hanya kelompok petani saja selain kelompok juga ingin mendapatkan pupuk," kesalnya.  

 Petani yang lain, Mulyono(39) warga Kemiri, Tulung merasakan hal yang sama. Ia mengaku, bila ingin mendapatkan pupuk harus keliling dari toko ke toko penjual pupuk.  "Belum lama ini saya beli urea Rp 110.000 itu juga harus keliling-keliling dulu, harga segitu masih tergolong murah, kalau pas langka pupuk malahan harga sampai Rp 120.000 hingga 125.000 dan yang ZA Rp 105.000," tandasnya. 

Saat dikonfirmasi, pemilik Toko Parto mengaku, meskipun pupuk masih ada ini milik kelompok tani.  Hal yang sama diungkapkan pemilik toko Sehati Tani.  "Kosong pupuknya, itu milik kelompok tani," pungkasnya. (ono)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...