Namira Meninggal Tak Wajar. Keluarga Tuntut RSI Klaten.

Ruang IGD RSI Klaten Jawa Tenga
KLATEN  MATTANEWS.COM -Tampak lemas dan pucat wajah Ayah dari Namira Altinia usia 10 bulan di lantai 2 (dua) Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, Senin(25/1) pagi. Mereka Muhammad Riyan Brahmasto, (28) dan Ima Ningsih, (28) (Istrinya) dengan ditemani kuasa hukumnya Joko Widodo menemui pihak rumah sakit dalam rangka mediasi  mencari tau tentang kematian anak pertamanya yakni Namira Altina yang pada waktu itu dirawat di RSI tersebut.

Muhammad Ryan Bramasto saat ditemui di RSI mengatakan, saat anaknnya dirawat di RSI selama 3 (tiga) hari tidak menyangka kalau kejadian yang mengakibatkan hingga meninggal dunia tersebut menimpa anaknya. Saat perawatan dirinya mengaku masih bekerja diluar Jawa.

  
Menurut Riyan saat itu anaknya  mengalami panas, kemudian dibawa ke RSI. Oleh doketr yang menangani anaknya dinyatakan terkena DB (demam berdarah), berasarkana hasil diagnose. Selain itu anaknya juga terkena sariawan.

“Kami belum bisa menyimpulkan dari hasil mediasi ini. Sebab, dari pihak rumah sakit memberikan keterangan selalu berubah-ubah. Katanya, DB, Sariawan dan juga infeksi saluran kemih dan lain-lai nnya. Kami tidak tau keterangan itu semua,” jelas dia.
Rumah sakit Islam Klaten

Lebih lanjut Riyan mengungkapkan, kejadian klimaknya diketahui saat perut bayi tersebut kembung dan kemudian diberikan infus botol kaca.  “Saat itu dokter jaga Dewi Kartika Sari menyimpulkan adanya penyakit sariawan. Kondisi itu kemudian diberi obat pada pukul 00.30 WIB malam,”terangnya.

Kuasa hukum Riyan, Joko Widodo mengakui bahwa kejadian yang menimpa  Namira Altina yang baru berusia 10 bulan itu, diduga ada kesalahan dosis, penangganan atau pemberian obat terhadap anak tersebut.  

“Dirawat selama tiga hari 19, 20 dan 21 Oktober 2015. Pada 21 Okterber bayi tersebut meninggal. Mediasi ini tetap terus berjalan sampai ada titik temu,” kata Joko.

Hasil mediasi itu, kata Joko, belum memuaskan. Sebab, pihak RSI belum bisa memberikan keterangan/menyimpulkan hasil mediasi. “Langkah selanjutnya mediasi lagi, kalau memang tidak menemui titik temu akan mengarah ke jalur hukum atau pelaporan pihak kepolisian,” tandasnya.   

Direktur Utama RSI Dr Suswanto mengatakan, sudah melakukan mediasi dengan pihak keluarga dan menyampaikan semua kronologi peristiwa. “Yang disampaikan sudah sesuai prosedur, kalau pihak dari keluarga cerita terkait hal itu. ya itu hak dia.  Soal yang lainnya, ini menyangkut kode etik. Kami tidak bisa menyampaikannya. Kalau sekarang pihak keluarga ingin menempuh jalur hukum kita persilahkan,” tandasnya.  (ono). 


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...