Kuasa Hukum Ryan Bramasto Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Tidak Ada Kepastian.

Joko Widodo Kuasa Hukum Ryaan Bramasto
KLATEN MATTANEWS.COM  -  Kematian tak wajar Namira Altinia bayi berusia 10 bulan saat meninggal di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, pihak keluarga belum bisa menerima. Pasalnya, selama ini pihak RSI dinilai belum bisa memberikan keterangan dengan pihak keluarga secara transparan.    

Ketika dilakukan mediasi, belum ada titik temu. Bahkan pasangan Muhammad Ryan Bramasto (28) dan Imaningsih (28) warga Sraten, Belang Wetan, Klaten Utara tersebut masih kebinggungan terkait jawaban dari direktur RSI dan sejumlah dokter.

Kuasa hukum  keluarga M Ryan Bramasto, Joko Widodo kepada wartawan mengatakan, dari hasil mediasi yang dilakukan dengan pihak rumah sakit, Senin (25/1) yang lalu, pihak keluarga belum puas dan belum bisa menerima penjelasan dari pihak rumah sakit. Keluarga melihat adanya kejanggalan dan kematian tidak wajar yang menimpa Namira. 

"Kami dan klien kami belum bisa menerima penjelasan RS. Kami anggap  kematian Namira itu ada kejanggalan dan tak wajar,” ungkap Joko kepada wartawan, Rabu(27/1).  
Dijelaskan Joko, kalau memang keterangan pihak rumah sakit sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta pemberian obat dan penanganan sudah sesuai SOP jelas tidak menyebabkan meninggalnya Namira.

“Dugaan sementara meninggalnya Namira di RSI disebabkan kekurangan oksigen. Sebelum mediasi, kami sudah mencari tau beberapa teman yang membidangi itu. Kalau memang tak ada ujungnya kami akan menempuh jalur hukum,” terang dia. (ono).

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...