Diduga "Kong-Kalingkong". Operasi Bego Di Jatinom Dapat 3 Masuk 1. Yang 2 Dikemanakan Pak.

Salah satu alat berat bego yang disita.
KLATEN MATTANEWS.COM - Tim Pengawasan Pengendalian dan Penertiban (Wasdaltib) tambang provinsi Jawa Tengah kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas penambangan liar yang menggunakan alat berat di wilayah Kabupaten Klaten. Tim yang terdiri dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah serta Balai ESDM Wilayah Surakarta dan Kedu.Di Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Jatinom Selasa (26/1) berhasil menyita 3 alat berat (bego).

Penyidik PNS ESDM Provinsi Jateng, Rohadi menjelaskan, tim Wasdaltib langsung menuju Bandungan kecamatan Jatinom dan menutup sebuah lokasi penambangan serta berhasil menangkap tangan satu unit alat berat jenis (excavator) dari lokasi penambangan di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom.

Meskipun di lokasi tambang tersebut tim menemukan tiga unit excavator, tim Wasdaltib hanya menyita satu excavator. Meski begitu, dua unit excavator diharuskan keluar dari lokasi penambangan. Rencananya, satu unit excavator akan dibawa ke Balai ESDM Wilayah Solo menggunakan trailer dengan pengawalan aparat kepolisian. "Setelah melakukan sidak di Balerante, Kemalang, kita langsung meluncur ke Bandungan,Jatinom. Di lokasi kita menemukan sebuah excavator yang sedang bekerja dan dua buah excavator tidak nampak beraktifitas," jelas Rohadi.
Apakah sedang Nego atau tidak, nggak tahu yang jelas 2 bego "lolos"
Sementara itu, setelah dihubungi oleh pihak ESDM Jawa Tengah, Kapolres Klaten, AKBP Faizal langsung memerintahkan Kapolsek Jatinom untuk mengamankan titik penambangan liar di Desa Bandungan“Setelah pemberitahuan itu, saya langsung memerintahkan Kapolsek Jatinom untuk mengecek lokasi. Nantinya, kita juga melakukan pengawalan terhadap pengangkutan excavator yang akan dibawa ke Balai ESDM,” ucapnya.

Sementara itu beberapa warga kecewa dengan sikap petugas dilapangan yang hanya menyita 1 alat berat bego untuk dibawa ke balai ESDM Solo. Mereka justru menduga telah terjadi kong-kalingkong antara petugas dan pemilik bego yang punya becking kuat. “Lho yang kena razia 3 alat berat kok yang diproses Cuma 1, yang dua mau dikemanain mas. Apa ini buan permainan”, ujar salah satu warga setempat. (rocky)



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...