Klaten Berusaha Tingkatkan Tanam Padi. Lahan Subur Habis Berubah Pemukiman

Habisnya lahan pertanian Klaten tinggal menungu waktu
KLATEN
MATTANEWS.COM - Memasuki 2016 Kabupaten Klaten luas tanam padi dari 67.000 hektar menjadi 69.000 hektar luas tanam padi. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Klaten Wahyu Prasetyo diruang kerjanya, Selasa(19/1) siang. Dikatakan Wahyu, awalnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian menargetkan tambahan luas tanam padi di Klaten 4.000 hektar, namun dalam rapat koordinasi (Rakor) disepakati penambahan luas tanam padi  menjadi  2.000 hektar. 

"Ya, kami optimis penambahan luas tanam padi itu. Nantinya masing-masing kecamatan bisa menambah luas tanam padi sekitar 100 hektar. Untuk wilayah Juwiring, Cawas, Karangdowo, Pedan ditarget luasannya bisa mencapai 1000 hektar," katanya.

Kata dia,upaya yang dilakukan untuk memenuhi target penambahan luas lahan tanam padi diantaranya melakukan survei lahan berpengairan teknis, semi teknis, sederhana dan non teknis, memantau jaringan irigasi yang rusak dan pengawalan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

"Kami melakukan pengawalan melalui unsur 4 in 1 melibatkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Mantri Tani, Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI tidak hanya pada bidang infrastruktur saja tetapi juga dalam kaitannya dengan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT),"ujar Wahyu.
Sebentar lagi pemandangan seperti ini di Klaten tinggal kenangan
Kata dia, 4 in 1 juga melakukan antisipasi agar kecamatan-kecamatan yang merupakan kantong-kantong penghasil padi agar pada musim penghujan ini tidak kebanjiran. "Dengan cara menyediakan pompa air yang besar untuk menyedot air dan menjaga blok padi jangan sampai terendam air hingga 10 hari," ujarnya.

Adanya penambahan luas lahan tanam padi tersebut, lanjut dia,  akan memberi dampak naiknya sasaran produksi dari 396 ribu ton gabah kering panen (GKP) menjadi 402 ribu ton GKP. 
“Hasil produksi masa tanam 1 (MT 1) Oktober 2015 Maret 2016 bisa dipanen antara Februari-Maret 2016.

Sementara itu beberapa LSM yang bergerak di bidang Pertanian dan lingkungan hidup pesimis dengan apa yang dikatakan kepala Pertanian Klaten. Menurutnya penambahan lahan pertanian di Klaten adalah bohong besar. Karena selain sudah tidak ada lahan yang bisa dibuka, yang ada justru penyusutan lahan subur pertanian menjadi lahan pemukiman.

“Itu Omong kosong dan rencana ngoyoworo. Lho buktinya bisa kita lihat. Dimana saja di wilayah Klaten tiap hari banyak lahan pertanian berubah menjadi pemukiman dan pabrik. Kalau semakin berkurang dana habis saya setuju. Kalau bertambah itu ngoyoworo. Saat ini dimana mana sawah tak lagi berbuah padi tapi berbuah rumah dan pabrik”, tegasnya  (ono/red).


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...