Johan Furniture Olah Kayu Bekas Bernilai Exsport Tinggi Berdaya Serap Virus.

Wool dekor dan meja berbahan kayu bekas siap exsport
KLATEN MATTANEWS.COM – Anda punya kayu bekas yang tidak terpakai, karena keropos atau lapuk dimakan rayap/rengat. Rawat dan kumpulkan, jangan dibakar atau dibuang. Karena dalam senyawa kayu tersebut justru mengandung ion positip yang mampu menyerap virus. Maka jangan heran jika orang luar negeri terutama, Amerika, Belanda, Italia, Australia dan Inggris memburu kayu lapuk yang telah dijadikan hiasan ke Indonesia, untuk asesoris rumah dan gedung perkantoran atau apartemen mereka.  

Wool dekor adalah sebuah hiasan dari kayu bekas yang digarap sedemikian rupa hingga membentuk sebuah hiasan dinding yang indah dan artistik. Bercorak kayu tua yang alami hiasan ini hanya memanfaatkan limbah kayu keropos namun setelah jadi mampu membuat kita berdecak kagum. Apalagi jika mengetahui harganya yang bisa mencapai Rp 1 juta/unit.

Salah satu pengerjin hiasan berbahan kayu bekas ialah Johan Furniture yang beralamat di Bendo, Kelurahan Buntalan Klaten. Ditempat ini tumpukan kayu bekas yang sudah lapuk, siap digarap untuk dijadikan hiasan dinding yang selanjutnya dikirim ke luar negeri. Dengan mengandalkan 8 tenaga kerja yang sudah profesional, Johan Furniture mampu mengirim sekitar 500 buah wool dekor ke Amerika.
Mas Bence dan lik klewor tengah mengerjakan meja antik
“Dulu kayu seperti ini tidak terpakai mas. Warga hanya membuang begitu saja. Namun sekarang pengerajin seperti saya justru memburu kayu-kayu bekas untuk bahan baku mebeler. Bahkan saat ini kita kesulitan bahan aku, karena untuk mendapatkan kayu bekas harus keluar masuk kampung mencari orang membongkar rumah”, ujar Martinus Johan Katung Suwito pemilik furniture.

Selain membuat hiasan dinding dari kau bekas, Johan furniture juga membuat hiasan lain seperti meja, kursi yang semuanya menggunakan kayu bekas atau ranting kayu. Sama seperti wool dekor meja dan kursi juga berfungsi sebagai penyerap virus yang bisa mengganggu kesehatan tubuh manusia.

Untuk harga hiasan dinding ukuran kecil berkisar Rp 300 hingga Rp 400 ribu, kondisi mentah. Meja kursi bisa mencapai Rp 500,000 hingga Rp 1.000.000/mentah. Apa yang dilakukan sosok Johan Katung Suwito tentunya patut diapresiasi dan sebagai alternatif usaha yang layak kita coba dan geluti."Diluar negeri hiasan ini ditaruh dan dipasang didinding dan ruangan berfungsi untuk menyerap virus-virus penyakit, sehingga udara yang kita hirup bersih dan sehat", ujar Johan bapak dari 8 cucu ini. ( batavia)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...