Issu Kemiskinan Bisa Picu Tindak Radikal. Polres Klaten Terus Pelototi Wilayah Perbatasan

Tim Buser sapu jagad Polres Klaten Siap Tumpas Gerakan Teroris.
KLATEN MATTANEWS.COM - Dalam membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mencegah hidupnya komunisme kembali, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) menyelenggarakan sarasehan dalam penanggulangan bahaya laten komunisme di Aula Kemenag Klaten, Selasa(19/1) pagi.Ketua FKDM Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Rozihan mengatakan,  bahaya laten komunis merupakan bahaya tersembunyi yang ada di tengah-tengah masyarakat.

"Komunisme yaitu sosialisme radikal yang bertentangan dengan ideologi pancasila karena konsep materinya adalah nyata, rasional dan materiil serta membatasi agama. Suatu tindakan anarkis dan pemikiran radikal memicu perilaku komunis," terangnya.

Disebutkan, isu kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan di bidang sosial, ekonomi dan hukum dapat mendorong bangkitnya komunisme.
Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 12 tahun 2006, FKDM dibentuk dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi yang berperan dalam urusan keamanan, ketentraman, dan ketertiban.

Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) Jawa Tengah Doni Iswara mengungkapkan paham komunis masih dapat berkembang pada wilayah dengan kondisi masyarakat sosial ekonomi rendah dan ada ketimpangan yang tinggi antara kaya dan miskin.

"Sinergisitas Intelijen dan FKDM sangat penting dalam menanggulangi potensi ancaman radikal. FKDM adalah yang pertama melihat potensi kerawanan di daerah. Lapor cepat ke aparat terdekat agar potensi ancaman yang merupakan gangguan kondusifitas tidak berkembang,”katanya,
Anggota Kodim Klaten Siap amankan wilayah teroterial
Sementara itu Kasdim 0723 Klaten Mayor Inf Yahmin menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan terkait munculnya kelompok Gafatar dan habaya terorisme. Anggota kodim dengan Polres dan masyarakat terus melakukan patroli guna mengetahui dan menekan aksi mereka sekalaigus memberi penyuluhan pada masyarakat.

“Faham ajaran sesat dan komunis bisa masuk karena kondisi ekonomi rakyat rendah. Akhirnya mereka bisa masuk dan menyusup dengan cara membagi sembako dan lainnya sambil menyebarkan faham. Dan kita juga perlu curigai mantan napi yang kondisinya ekonominya tidak stabil”, tegasnya.

Hal sama dijelaskan Kasubag Humas Polres Klaten AKP Sugeng, dimana beberapa titik rawan di Klaten, terutama di wilayah perbatasan terus dipelototi. Seperti Tegalgondo, Cawas, Karangdowo dan Prambanan. Sementara Mako Polres juga semakin ditingkatkan pengamanannya.(ono/rd)).



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...