HB Ingin Pulang ke Kampung Halamannya. Pergi Ke Kalimantan Karena Ajakan Pakdenya


Keluarga HB dirumah singgah Jogonalan
KLATEN MATTANEWS.COM -Eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) inisial HB warga Desa Tegalrejo, Gedangsari, Gunung Kidul Yogyakarta ingin pulang ke kampung halamannya Gedangsari, Gunung Kidul. Keinginan tersebut diutarakan kepada petugas pendamping, setelah mendapat motivasi/arahan dari relawan maupun pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Bersama Ibu dan ke dua adik nya, HB tampak tidak memiliki beban psikologis setelah pulang dari Kalimantan Barat. Selama dua hari tinggal dirumah singgah Jogonalan, dirinya tidak merasa tertekan, karena memang tidak tahu menahu tentang Gafatar. Kepergiannya ke Kalimantan dulupun karena diajak oleh pakdenya dengan harapan punya lahan garapan pertanian baru.

Ia bercerita, tidak tau menahu soal gafatar. Namun sebelumnya bersama ibu dan kedua adiknya diajak pergi ke Kalimantan bersama Pak De nya menuju Semarang dengan mengendarai mobil pick up dan kemudian naik kapal laut.

“Saya pergi ke Kalimantan karena ajakan pakde saya. Berangkat dengan naiak mobil pick-up menuju Semarang. Setelah itu dengan kapal api kami  beragkat sama-sama. Saya tidak tahu jika rombongan ini ernyata aliraan gafatar, karena pakde saya mengatakan diKalimantan akan membuka lahan pertanian baru untuk bercocok tanam”,ujarnya saat ditemui wartawan Sabru (30/1).

Menurut HB di Pontianak dia dan temen yang lain bergotong royong membangun rumah bedeng untuk bertempat tinggal, karena rumah yang ada tidak mencukupi. Ditempat barunya dia mengaku waktuya dihabiskan untuk bercocok tanam dan mengikuti pendidikan non formal. Kita membangun rumah secara bergotong-royong dan makan juga secara bersama-sama dengan menu yang sama. Saaya abenar benar nggak tahu apa itu Gafatar, karena yang ada dibenak saya pergi merantau membuka lahan pertanian untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” jelasnya.


Saat ini dirinya berharap bisa kembali pulang kekampung halamannya di Gunung Kidul. Dirinya berharap warga bisa menerima kedatangan dia an keluarganya yang benar-benar tidak tahu menahu dengan gafatar.  Harapan tersebut disampaikan karena dia aingin keluarganya hidup normal dan adiknya bisa sekolah seperti biasa.”Saya berharap warga bisa menerima kedatangan saya dan mau memaafkan ketidak tahuan saya, karena mau begitu saja saat diajak orang untuk pergi merantau”.ujarnya penuh harap.

Sementara itu Koordinator TKSK Kabupaten Klaten, Tri Joko Prayitno mengatakan, rencananya hari ini juga eks gafatar HB dan keluarganya akan dijemput oleh Kesbangpol Gunung Kidul. Namun kapan waktunya belum bisa ditentukan. “Kondisi mereka sehat, dan rencananya Kesbangpol Gunung Kidul  menjemput mereka”, ujarnya.(ono).                        
   


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...