"Duel" Pejabat pasca Pilkada dan Rencana "Busuk" KPD

Perang terbuka demi kepentingan pribadi dan kelompok
KLATEN MATTANEWS.COM -  Pilkada 2015 baru saja berakhir dan Bupati terpilih diperkirakan baru akan dilantik pada 27 Januari 2016 nanti. Dan sudah diprediksi “kekosongan kekuasaan” pemerintahan ini rawan konflik kepentingan. Dan dugaan tersebut terbukti dengan “pecahnya duel” dua pejabat eselon II Pemkab Klaten dalam Rakor di hari pertama masuk kerja tahun 2016.

Tahun 2016 hingga 2021 Klaten akan memasuki babak baru dengan kepemimpinan baru. Dan yang paling istimewa kedepan kota berpenduduk 1,3 juta jiwa ini akan dipimpin oleh sosok dua Srikandi yang dalam Pilkada kemarin mampu merebut dan meraih simpati rakyat Klaten dengan hasil cukup memuaskan. Catatan prestasi gemilang yang baru pertama kali di Indonesia dan dunia ini diharapkan bisa diimbangi dengan kinerja bawahannya penuh totalitas dan loyalitas tinggi.

Namun sayang kita semua tahu, awal tahun sebuah tontonan yang tak layak ditampilkan justru diperlihatkan dua tokoh di Pemkab Klaten. Sebuah pertunjukan operet anak kecil cukup membuat bingung anak buah. Sehingga timbul pertanyaan harus pada siapa aku berlabuh dan siapa yang layak jadi panutanku?.
Awas yang jahat selalu main keroyokan dan memobilisasi dukungan
Harus diakui pasca Pilkada PNS Klaten memasuki masa “genting” yang sewaktu-waktu bia menjadi BOM WAKTU bagi Bupati yang akan datang. Jika tidak hati-hati, teliti dan waspada, bukan mustahil banyak “lubang” yang sudah dipersiapkan untuk “menjatuhkan”.

4 kelompok kini bersaing untuk menjadi dapat menjadi pembisik Bupati. Mereka punya cita cita berbeda. Ada yang hanya ingin selamat, ada yang benar-benar ingin membangun Klaten ada juga yang ingin “menyelamatkan” Bupati demi sebuah dinasty. 3 kelompok plus 1 ini sama sama kuat dan sama sama punya pengikut.

Kelompok pertama bisa disebut sebagai KPK (Kelompok Penyelamat Klaten), kedua Kelompok asal Ibu Senang (KIS) dan terakhir KPD (Kelompok Penyelamat Dinasti). Tiap kelompok punya pengikut sendiri-sendiri. Mulai dari sesama pejabat eselon II, pejabat eselon III hingga kelevel bawah. Kelompok terakhir adalah mereka yang tidak suka ubyang- ubyung dan tidak berpihak pada siapa-siapa. Mereka fokus bekerja sesuai bidangnya dan bertanggung jawab pada atasan dan Tuhan.

Mereka sudah mulai bergerak, berlomba mendekat sang penguasa dan memberi masukan. Bisikan merekapun sesuai kepentingan. Ada yang benar-benar demi perbaikan dan perubahan, ada yang sekedar memuji dan  menyenangkan hati Bunda untuk mencari selamat. Ada pula yang datang dengan bisikan mautnya. Mereka membawa sejuta konsep dan rencana yang baik padahal bukan tidak mungkin itu hanya sebuah perangkap menuju ajang pembantaian ditengah jalan.

Kelompok atau Genk di kalangan birokrasi Pemkab Klaten sudah ada sejak jaman baholak. Tapi dari 25 tahun terakhir, baru kali ini “pecahnya” pejabat di Klaten begitu menyolok dan vulgar. Visi dan misinyapun juga sudah berbeda. Jika dulu perpecahan, hanya sebatas mencari posisi dan mengamankan kursi. Sekarang lebih extrem yakni operasi “Tumpes Kelor” bagi yang tidak sepaham.
Brothoyudo, kira kira itulah yang terjadi dilingkungan pejabat Klaten saat ini
“Perang” yang terjadi di Rakor beberap waktu lalu sebuah fakta yang tidak bisa ditutup-tutupi, bagaimana “amburadulnya” tatanan birokrasi di Klaten, karena ambisi pribadi dan golongan. Mereka saling berebut simpati, ingin menunjukkan eksistensinya dihadapan penguasa. Sayang mereka tidak sadar insiden tersebut justru digunakan para “sengkuni” untuk mencari celah mendekat pada penguasa. Tepuk tangan yang gemuruh justru mereka perdengarkan dengan adanya insiden itu.

Sebuah Pekerjaan yang berat bagi Bupati Klaten terpilih. Dibutuhkan kehati-hatiaan, ketelitian dan kejelian extra keras, dalam memilih orang-orang bermental baik dengan loyalitas dan totalitas tinggi dalam mengabdi.

Sudah saatnya Bupati nanti menggunakan hati nurani dan pikiran dalam memilih pembantunya dan hati hati dalam memimpin di lima atahun kedepan. Jangan mudah percaya pada pembisik Sengkuni dan para pahlawan kesiangan. Utamakan mereka yang memiliki dedikasi, loyalitas, totalitas serta prestasi kerja, demi menuju Klaten kedepan lebih baik. Tugas dan tanggung jawab sangat berat ini, hanya bisa berhasil ketika Bupati tepat dalam memilih dan menggunakan orang-orangnya.(red)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...