Ditengah Ancaman Banjir Akibat Sidementasi, Normalisasi Sungai Di Klaten Hanya pakai Cangkul.

Normalisasi cukup dengan cangkul, ngirit beaya.
KLATEN MATTANEWS.COM
- Musim penghujan di tahun ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Klaten mulai Senin (25/1) hingga hari ini (26/1), mengadakan normalisasi sungai. Normalisasi sungai tersebut dilakukan secara manual.  Sebanyak 13 orang tenaga dari bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten melakukan pembersihan Sungai Kroman dan Bendung Grenjeng, Kecamatan Klaten Tengah. 

Kepala Bidang (Kabid) SDA DPU Klaten Pramana Agus Wijanarka mengatakan Sungai Kroman memiliki lebar 17 meter dengan kedalaman 4 meter. Karena adanya sedimentasi 2 meter, kedalaman sungai menjadi 2 meter. 

Sungai Kroman ini berhulu dari Kecamatan Karangnongko menuju Sungai Dengkeng. Di sungai tersebut juga terdapat pintu air Grenjeng yang digunakan untuk irigasi areal persawahan di Desa Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah. 

"Aliran air di bendungan Grenjeng ini tidak lancar lantaran banyak terjadi sedimentasi (pendangkalan) baik itu berupa tanaman maupun sampah," jelasnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (26/1) pagi.
Banjir terjadi karena pendangkalan dan penciutan sungai
Menurut Pramono anggaran untuk operasional pemeliharaan sungai, tergolong minim. Pasalnya, dalam satu tahun anggaran, operasional pemeliharaan sungai Rp 150 juta. "Anggaran tersebut untuk pemeliharaan sungai se-kabupaten Klaten. Kami berharap pada perubahan anggaran bisa ada tambahan dana operasional pemeliharaan sungai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Karena idealnya dana operasional untuk pemeliharaan sungai se-Kabupaten Klaten berkisar Rp 2 Milyar," terangnya.

Diungkapkan, pembersihan sungai banyak sekali manfaatnya diantaranya untuk kebersihan sungai, pembersihan sampah, memperlancar aliran air dari hulu sampai hilir. Pramana menambahkan jumlah total sungai di Klaten berjumlah 148 sungai meliputi 36 sungai besar dan 112 sungai kecil.  

"Kondisinya saat ini sungai banyak terjadi sedimentasi karena tumpukan sampah.  Seperti halnya di Sungai Soko, Desa Drono, Kecamatan Ngawen ada endapan sepanjang 1 km dan berpotensi banjir," kata dia.  

Terkait hal itu, Pejabat (Pj) Bupati Klaten Joko Sawaldi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai karena dapat menyebabkan banjir. "Program Kali Bersih juga akan dilakukan di Sungai Jalidin, Sungai Glogog, dan Sungai Lunyu pada 13 Februari mendatang," pungkasnya. (ono). 

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...