"Dendam Kesumat" Pecah di Rakor. Pasca Pilkada Pejabat Pemkab Klaten "Ambyar".

Brothoyudo Jambakan mengisahkan perang antara Astina dan Pendawa
KLATEN MATTANEWS.COM  - Rakor (rapat Koordinasi) rutin setiap hari Senin yang diikuti seluruh pejabat teras Pemkab Klaten Jawa Tengah, Senin kemarin ( 4/1) berakir ricuh. Sebuah pertanda buruk bagi jajaran birokrasi Pemkab Klaten karena ini terjadi pada Rakor pertama di awal Januari tahun 2016. Beberapa pihak sangat menyanyangkan adanya insiden “duel” dua pejabat eselon II berinisial EH dan STO yang semakin memperlihatkan pejabat di Klaten tidak solid Pasca Pilkada 2015.

Aksi Koboy dan main cakar-cakaran antar para pejabat di Pemkab Klaten sebenarnya bukan barang baru dan hal yang luar biasa. Kejadian ini mengingatkan kita pada kasus yang terjadi beberapa tahun lalu di era tahun 1990an dimana pada saat itu Kabag Pemerintahan Desa almarhum Sarwotyo nyaris dikepruk kursi oleh Kakansospol Mayor Suparmin. Kejadian terulang lagi dimana terjadi “duel” dua pejabat teras antara Joko Cipta Ria Wiyono dan Purwanto AC yang akhirnya bisa dilerai Sukoyo dan dr Ronny.

Terkait insiden rakor Senin pagi yang terjadi di hari pertama masuk kerja ditahun 2016, beberapa sumber mengatakan, kasus tersebut sebenarnya dilatar belakangi “dendam” pribadi yang memang sudah ada sejak dulu. Karena keduanya sama-sama kadindat menjadi Sekda.

Namun terlepas dari itu semua, suasana rakor semakin panas karena salah satu pejabat menginginkan adanya transparasi birokrasi, terutama masalah rekrutmen pegawai baru. Sehigga perlu dibentuk tim ferifikasi agar tidak terjadi masalah dikemudian hari karena adanya dugaan manipulasi dan rekayasa data.

Namun sayangnya usulan tersebut ditolak mentah mentah oleh salah satu pejabat dengan dasar karena semua sudah ada aturan dan regulasinya. Sehingga jika terjadi sesuatu menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Entah mengapa tiba-tiba dalam debat tersebut berubah panas dan semuanya bernada tinggi. Bentrok fisikpun nyaris terjadi, beruntung banyak pejabat yang melerai dan akhirnya rakor langsung ditutup dan bubar.

“Tidak ada apa apa mas, biasa dalam rakor mereka saling mempertahankan pendapat dan argumentasi. Tidak ada jotos-jotosan. Semuanya baik dan mereka sudah salaman dan saling memaafkan” ujar salah satu pejabat. Sementara hasil pengamatan dilapangan terungkap pasca Pilkada pejabat di Pemkab Klaten kini terpecah menjadi 3 kubu. Dan saat ini mereka saling berlomba mendekat sang penguasa. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...