Angka Kemiskinan Klaten Tinggi. Bapeda Tak Berani Pasang Target.

Salah satu Profile rakyat Klaten Jawa Tengah.
KLATEN MATTANEWS.COM
- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten mengaku sudah mengeluarkan lima langkah andalan untuk mengentaskan kemiskinan di Klaten. Meskipun demikian, Bappeda masih kesulitan mengentaskan angka kemiskinan. Saat ini, Bappeda tak berani memasang target terlalu tinggi pada 2016 ini.

Kepala Bappeda Klaten, Surti Hartini, bahwa angka kemiskinan di Klaten pada  2014 mengalami penurunan dibandingkan 2013. Total angka kemiskinan 2013 mencapai 15,62 persen dari total 1.464.523 jiwa. Sedangkan, angka kemiskinan  2014 mencapai 14,75 persen dari 1.469.253 jiwa. Data warga miskin itu berdasarkan pendataan program perlindungan sosial (PPLS) 2011. 

"Ada penurunan jumlah, tapi dilihat dari persentasinya, angka kemiskinan di Klaten ternyata masih dua angka. Kami belum bisa ngomong soal target pengentasan kemiskinan ke depan," jelasnya,

Hingga saat ini, kata dia, Pemkab Klaten telah menerapkan program unggulan. Yakni,  bidang ekonomi berupa pengembangan iklim yang dapat meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat, perluasan kesempatan kerja, kebijakan pemenuhan kebutuhan dasar hidup. 

Surti menerangkan anggaran yang dikeluarkan untuk mengentaskan kemiskinan di tahun lalu juga sudah banyak. Sebutlah, di bidang kesehatan senilai Rp15,9 miliar, di bidang pendidikan senilai Rp 42,5 miliar, di bidang infrastruktur senilai Rp 3,5 miliar, dan di bidang ketenagakerjaan senilai Rp11,02 miliar.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Klaten, Sumarwiyanto, mengaku angka kemiskinan di Klaten tergolong tertinggi kedua di Soloraya. Jumlah warga miskin di Klaten mencapai 179.500 jiwa atau 15,60 persen dari total penduduk 1.148.994 jiwa.   “Memang ada penurunan, tapi memang tidak signifikan," jelas dia (ono).  

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...