Alm Mus'ab Sosok Pediam dan pandai. Santri Yang Tewas di Waduk Cengklik Boyolali.

Evakuasi pencarian 5 santri yang hilang tenggelam di waduk Cengklik
KLATEN MATTANEWS.COM - Pondok Pesantren (Ponpes) Putra Miftahul Huda berduka, 5 orang santri meninggal dalam kegiatan kepanduan (Pramuka) tenggelam di sungai yang bermuara di waduk Cengklik Boyolali, salah satunya Mus’ab Syaifuddin (13) warga Dusun Gamping RT/RW 02/01, Desa Tegalrejo, Kecamatan Bayat, Klaten.

Informasi dihimpun, musibah tersebut terjadi setelah para santri di Ponpes yang terletak di Dukuh Pomahan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Boyolali itu mengikuti kegiatan kepanduan (Pramuka). Sepuluh santri, termasuk Mus’ab, berpisah dengan santri lainnya untuk bermain di sungai yang bermuara di Waduk Cengklik.

“Mereka bermain di samping irigasi dekat Waduk Cengklik. Karena kondisinya hujan, tanggul licin dan lima santri termasuk Mus’ab, hanyut ke dalam pusaran sungai yang cukup dalam. Setelah itu kelima temannya yang selamat melaporkan ke ustad (pengajar) dan warga datang menolong,” timpal pengajar lainnya, Achmad Taufiq.

Setelah dievakuasi, para santri yang tenggelam dilarikan ke RS Islam Banyubening, di Jalan Raya Waduk Cengklik.“Setelah dari rumah sakit, masing-masing jenasah diantarkan ke rumah duka masing-masing. Setelah Boyolali, Nguter (Sukoharjo), dan terakhir di sini,” kata Taufiq.

Mus’ab merupakan bungsu dari tiga bersaudara pasangan Widodo dan Suyatmi. Dia dikebumikan di pemakaman umum Dusun Sumberejo, Desa Dukuh, Bayat sekira pukul 13.00 WIB.Suasana duka dan rasa kehilangan yang mendalam tampak pada keua orang tua dan saudara almarhum. (hilda)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...