8 Jiwa eks Gafatar Pulang Kampung. 4 orang langsung masuk RSUD Bagas Waras.

Kepulangan eks Gafatar mendapat pengawalan dari petugas
KLATEN MATTANEWS.COM - Sejumlah 8 jiwa eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), hari ini Jumat (29/1) dipulangkan ke daerah asalnya setelah 5 hari berada di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Penjemputan dilakukan oleh petugas dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan, kepolisian Polres Klaten dan TNI. 

Diketahui 1 (satu) KK berasal dari  Desa Ceper, Kecamatan Ceper, Klaten  sejumlah 4 orang yakni, Safrul Susanto (38), Siti Masitoh (30) dan kedua anaknya bernama Rhea Anggiana Zanitha (4) dan Ken Jiwan Airlangga (2).   Namun karena kondisinya lemah dan sakit mereka semuanya langsung dilarikan ke RSUD Bagas Waras Buntalan Klaten

Sementara 1 KK lagi berasal dari Dukuh Kayu Apak, Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Klaten terdiri atas 4 orang yaitu, Wasinem (43) dan ketiga anaknya Habib Kusna Nur Hidayat (16), Riris Khoirunnisa M Khasanah (12) dan Ridwan Wibi Nursyahid (8) dibawa ke shelter pengungsian Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Klaten untuk dilakukan pendampingan selama beberapa jam. Setelah makan siang, keempat orang tersebut dibawa ke rumah singgah di Jogonalan, Klaten. 
Petugas babinsa Kel Buntalan mendapingi keluarga eks gafatar
Kepala Seksi (Kasi) Ketahanan Kesbangpol Klaten Hartono mengatakan gelombang pertama kepulangan eks anggota gafatar di Klaten berjumlah 8 orang. "Di Asrama Haji Donohudan masih ada 18 orang yang tujuan kepulangannya ke Klaten. Tapi jumlah ini masih bisa berubah karena masih ada gelombang pemulangan dari Kalimantan Barat. Kita masih melakukan validasi data," tandasnya.

Sementara itu para exs gafatar nantinya akan ditempatkan dirumah singgah Jogonalan untuk diberikan pembinaan dan bimbingan selama 2 minggu. Pembinaan akan dilakukan oleh seluruh tim gterpadu mulai dari TNI, Polri, tokoh masyrakat, ulama serta perangkat desa masing-masing. Hal ini guna memberi rasa aman, nyaman dan pengertian tentang wawasan kebangsaan.

Saat ini mereka kita tempatkan di shelter Menden. Namun karena kondisinya tidak memungkinan, belum ada listrik, maka mereka kita pinddahkan ke rumah singgah Jogonalan agar lebih aman, nyaman dan mengena dalam melakukan penampingan pada mereka”, tegasnya.(ono). 

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...