40 Tahun Tak punya Rumah. Hidup Karena Belas Kasih Tetangga. Bapermas "Merem".

Warga ternyata lebih peduli ketimbang Pemkab
KLATEN
MATTANEWS.COM Dugaan dan rumor jika pembagian RTLH (rumah tidak layak huni) dan program bedah rumah di Klaten pilih kasih ternyata bukan isapan jempol. Salah satu bukti dari rumor tersebut adalah Tunggal Sudibyo (50) bersama istri dan ketiga anaknya, warga dukuh Dompyongan Desa kemudo, Prambanan Klaten Jawa tengah ini.  Selama 40 tahun hanya hidup numpang tetangga, tak pernah tersentuh banatuan RTLH.

Dirinya terpaksa pindah, lantaran rumah yang dihuninnya terjual oleh pemilik rumah. Ironisnya, Tunggal yang sehari-hari bekerja sebagi buruh serabutan tidak punya tempat tinggal. Akhirnnya warga setempat secara bergotong-royong membuatkan tempat tinggal.   

Kepala Dusun I Desa Kemudo Bambang Haryono mengatakan Tunggal bersama istri dan ketiga anaknya diberi tenggat waktu hingga satu bulan untuk pindah oleh pemilik rumah.“Dia belum mendapatkan tempat tinggal yang baru. Akhirnya  warga Dukuh Dompyong berinisiatif membuatkan tempat tinggal sementara semi permanen di tanah milik Warnoyo (75),” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (20/1).

Tak pernah terjangkau Bapermas atau kantor Sosial
Menurut
Bambang, atas kebaikan pemilik rumah, dia mengijinkan lahannya seluas 7x 6 meter untuk didirikan bangunan rumah asalkan semi permanen. Akhirnya berdirilah rumah sangat sederhana atas gotong royong warga serta banatuan asbes untuk atap dari sisa proyek IGP di Kemudo.  

Bambang menambahkan, rencananya Tunggal akan dipekerjakan untuk balai Desa Kemudo.  “Selama ini Tunggal bekerja sebagai buruh serabutan, kedepannya dia akan dipekerjakan sebagai tenaga untuk merawat balai desa dan tinggal disalahsatu rungan di balai desa,” kata dia.

Mantan Ketua RW 05 Dukuh Dompyong Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, Untung mengaku gotong-royong warga ini sudah berjalan selama lima hari.  “Ya, semoga dibangunnya tempat tinggal ini layak huni untuk Tunggal dan keluarganya,” tandasnya.

Kemanakah keberadaan Bapermas Klaten atau perangkat desa selama ini. Mengapa orang yang benar benar membutuhkan tidak pernah tersentuh. Sementara mereka yang mampu terus mendapat kucuran dana dan bantuan. (ono).


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...