Klaten Waspada Banjir. 40 Titik Tanggul Sepanjang Sungai Dengkeng Rusak.

Salah satu aliran sungai Dengkeng di wilayah Trucuk
Klaten Mattanews.com – Sedikitnya 40 titik kerusakan terjadi disepanjang tanggul sungai Dengkeng yang melintas wilayah Kabupaten Klaten bagian selatan serta Timur. Sungai yang berhulu di wilayah Kecamatan Bayat, Klaten dan bermuara menjadi sungai Bengawan Solo ini rawan menimbulkan bencana banjir jika turun hujan dengan intensitas tinggi. Apalagi saat ini disepanjang tanggul sungai terpanjang dan terbesar di Klaten ini banyak mengalami kerusakan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPU dan ESDM Klaten Pramana Agus Wijanarka ST.M.Si membenarkan adanya kerusaakan di sepanjang tanggung sungai dengkeng yang melintasi 5 wilayah kecamatan di Klaten ini. Namun sebagai antisipasi banjir jika datang hujan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasip guna mengeleminir terjadinya banjir.
Kabid Sumber daya air PU Klaten Pramana
Misalnya melakukan pengutan tanggul dengan sistim memasang keranjang kawat yang bersisi batu, penumpukan karus berisi pasir serta melakukan normalisasi aliran sungai dari segala kotoran sehingga tidak mengganggu kelancaran laju air.” Semua langkah antisipasi bekerja sama dengan instansi terkait seperti BPBD, Polisi dan TNI sudah kita lakukan. Dan kini tim terpadu sudah siap dan selalu melakukan pemantauan 24 jam nonstop terutama jika turun hujan deras”, ujar Pramana.

7 Kecamatan yang dilewati aliran sungai Dengkeng meliputi, Bayat, Cawas, Karangdowo, Wedi, Trucuk, Gantiwarno dan Juwiring. Di wilayah bayat kerusakan tanggung ada di desa, Krikilan, Kebon, Jongangan, Wiro, Tegal Rejo dan Talang. Sedang wilayah Cawas meliputi desa, Barang, Tirtomarto, Balak, Japanan, Tlingsing, dan Bogor. Karangdowo meliputi desa Tumpukan, Karangjoho, Ringin Putih Babadan dan desa Demangan.
Tanggul sungai yang rusak di wilayah Gantiwarno
Sedang kerusakan tanggul di wilayah kecamatan Wedi ada di desa, Kadilanggon dan Kaligayam. Wilayah Kecamatan Trucuk kerusakan terjadi di desa Jeto Gaden dan desa Planggu. Kerusakan wilayah Kecamatan Gantiwarno ada di desa Ngandong, Kragilan, Jogoprayan, dan Desa Karangturi, Sapit Urang. Sedang kerusakan tanggul di wilayah kecamatan Juwiring ada di desa Serenan.

Hingga saat ini pihak PU Klaten terus melakukan sosialisasi terhadap penduduk disepanjang aliran sungai agar tetap waspada dan berhati hati, teutama disaat turun hujan deras. Sebagai langkah antisipasi saat ini di PU juga telah tersedia sekitar 15 ribu karung goni dan peralatan lain. Sementara kepada warga dihimbau untuk selalu membersihkan sungai jika ada kotoran yang mampu menghalangi aliran air. Disamping itu petani diminta untuk tidak mengikis (nggundul) galengan yang juga menjadi tanggul sungai. Karena hal itu salah satu penyebab ambrolnya tanggul sungai.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...