Klaten Tengah "Ditendang" Malah Menang. Kelurahan Buntalan Cetak Rekor.

Hajah Sri Hartini kunjungi TPS
Klaten Mattanews.com – Pilkada memang telah selesai dan siapa pemenangnyapun sudah diketahui yakni pasangan Hajah Sri Hartini SE – Hajah Sri Mulyani. Dua Srikandi yang diusung partai PDI Perjuangan dan didukung 6 partai politik ini mampu meraup 321.197 suara atau 48,98%. Namun banyak pernik pernik pilkada yang lepas dari pemberitaan namun cukup menarik untuk kita cermati bersama.

Dalam setiap pesta Demokrasi, mulai Pilek,Pilpres,Pilgub hingga Pilkada wilayah kota Klaten yang masuk zoning Dapil I selalu dianggap momok bagi setiap partai yang bertarung didaerah ini. Sebuah pemikiran logis dalam politik praktis, dimana mereka beranggapan orang kota sudah melek politik. Rakyatnya yang diangap sudah pada level menengah keatas dan pintar, membuat siapa saja takut “menggarap” wilayah kota sebagai target suara.

Dalam Pilkada Klaten keberanian justru datang dari kubu pasaangan nomor dua dengan menempatkan Graha Phone yang berada di jalan Pemuda Tengah sebagai Posko pemenangan utama. Sementara PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu justru melakukan “pembiaran” diwilayah ini. Kotapun akhirnya “ditendang” dari target sasaran. Mereka “takut atau trauma” dengan sikap kritis pemilih yang dianggap cerdas dan pintar. Sementara kubu One justru menjadikan  wilayah Kota sebagai basis utamanya, karena rakyat yang cerdas dan pintar mudah diajak  melakukan perubahan.

Namun sayang pandangan dan analisa para pakar politik tim sukses masing-masing calon semuanya meleset. One gagal menggarap wilayah ini dengan total. Akhirnya daerah yang diharapkan sebegai lumbung suara justru gagal dalam eksekusi akhirnya. Sementara kubu Hati Mulya cukup kaget, karena wilayah yang “ditendang dan dibiarkan” justru tampil sebagai jawara. Sementara kecamatan lain yang digadang gadang jadi lumbung suara seperti kecamatan Ngawen, Wedi, Klaten Utara dan Selatan malah "BLUG".

Dari 9 wilayah di Klaten Tengah yang terdiri dari 6 Kelurahan dan 3 Desa, Pasangan Hati Mulya justru unggul diurutan teratas dengan total perolehan suara  9.279. pasangan nomor 2 mendapat 8.991 dan 2.454 untuk pasangan nomor 2. Klaten Tengah mendulang suara di Mojayan dengan suara untuk Hati Mulya 1.565. nomor 2: 1.416 pasangan nomor 3: 306. Sementara Kelurahan Buntalan yang dianggap “pupuk Bawang” justru mendulang suara siginifikan dimana Hati Mulya meraih 1027, nomor 2:780 dan 244 untuk pasangan Fauzan. Daerah lain yang menjadi lumbung pasangan nomor 3 di desa Mangkak, Gumulan dan Jomboran.

Untuk kelurahan Buntalan prestasi ini adalah kali pertama bersatunya suara kutub utara dan kutub selatan yang selama berangsungnya Pemilu negeri ini selalu berbeda. Dimana wilayah utara dikenal sebagai kandang Banteng dan selatan identik dengan jalur hijau.

Ini PR bagi para politikus di Klaten. Sebuah fenomena baru Kelurahan Buntalan bisa “bersatu” dalam Pilkada. Apakah dalam pesta demokrasi yang lain kekompakan ini bisa dipertahanakan, tentunya tinggal sejauh mana para pelaku politik cerdik membingkai kebhenikaan yang ada di wilayah ini.(tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...